Home / Ekonomi / KPP Bea Cukai Sumbawa Musnahkan 120.980 Batang Rokok Ilegal

KPP Bea Cukai Sumbawa Musnahkan 120.980 Batang Rokok Ilegal

SUMBAWA BESAR, SR (11/7/2019)

Kantor Pelayanan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) C Sumbawa melakukan pemusnahan sebanyak 120.980 batang rokok ilegal. Hasil tembakau yang dimusnahkan dengan cara dibakar itu terdiri dari 119.560 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), 1.068 barang rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan 352 batang rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF). Selain itu ikut dimusnahkan Tembakau Iris (TIS) seberat 23.860 gram. Pemusnahan barang senilai Rp 126.865.000 dengan nilai kerugian negara diperkirakan Rp 42.509.436 tersebut dilaksanakan di Kantor Bea dan Cukai Sumbawa, yang berlokasi di Pelabuhan Badas, Kamis, 11 Juli 2019. Hadir dalam kesempatan itu Syahbandar, KPKNL, Karantina, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa.

Dalam keterangan persnya, Kepala KPP Bea Cukai TMP C Sumbawa, Rudie Bayu Widjatnoko didampingi Arief Ferdian Syah selaku Kasi Penindakan dan Penyidikan, serta Lalu Banu Hardyan Kasubsi Penyuluhan dan Layanan Informasi, menjelaskan, bahwa sejumlah barang hasil tembakau berbagai jenis yang dimusnahkan ini, merupakan hasil penindakan dari Tahun 2016 sampai dengan 2018. Penindakan itu dilakukan melalui kegiatan operasi pasar di wilayah pengawasannya meliput Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Kota Bima. Rokok tersebut dinyatakan ilegal dengan berbagai jenis pelanggaran yaitu tidak dilengkapi pita cukai, dilengkapi pita cukai yang salah peruntukkan, pita cukai yang tidak sesuai jenis atau golongan, serta dilengkapi pita cukai yang bekas.

 

Kepala KPP Bea Cukai TMP C Sumbawa, Rudie Bayu Widjatnoko didampingi Arief Ferdian Syah selaku Kasi Penindakan dan Penyidikan, serta Lalu Banu Hardyan Kasubsi Penyuluhan dan Layanan Informasi.

Sejumlah rokok ilegal ini ungkap Rudie–akrab pejabat ini disapa, berasal dari daerah produksi yang berada di Jawa, sedangkan Sumbawa dan kabupaten/kota lainnya di Pulau Sumbawa merupakan daerah distribusi. Para pelaku menjual rokok ilegal tersebut secara sembunyi-sembunyi secara door to door, dengan sasaran distribusi adalah toko-toko atau kios kecil yang berada di pelosok. Konsumen rokok ini juga adalah para buruh dan petani, mengingat harganya sangat terjangkau. Pasalnya rokok ini tidak dilengkapi dengan pita cukai.

Rudie tidak menampik adanya kemungkinan masih banyak rokok ilegal yang beredar di pasaran. Untuk meminimalisir beredarnya barang ilegal itu, pihaknya melaksanakan operasi dengan cara menyebar intel. Selain itu ia berharap dukungan masyarakat untuk memberikan informasi. Dukungan ini sangat diperlukan mengingat personil Bea dan Cukai Sumbawa sangat terbatas jika dibandingkan dengan luas wilayah tugasnya. Gencarnya sosialisasi baik secara langsung maupun melalui pamflet, selebaran dan lainnya, menjadi salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam praktek ilegal tersebut. Sebab jika terjaring operasi, konsumen akan mengalami kerugian secara materi. Barangnya disita dan dimusnahkan sesuai prosedur yang ditetapkan. Kerugian yang dialami negara juga cukup besar. Tanpa mengurus pita cukai, produsen rokok tidak memberikan konstribusi bagi pendapatan negara. Demikian dengan perokok. Menghisap rokok ilegal tanpa mengetahui komposisi dan kandungannya, sangat berbahaya dari sisi kesehatan. “Rokok yang legal saja tidak baik dari sisi kesehatan, apalagi yang ilegal,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Gubernur NTB : Perlakukan Investor Seperti Keluarga Sendiri

SUMBAWA BESAR, SR (12/7/2019) Bagi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, seorang pebisnis atau investor yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *