Home / Kesehatan / Bina Orang Gila Jadi Inovasi Unggulan Puskesmas Taliwang
Kepala Puskesmas Taliwang, H. Rofingi SKM

Bina Orang Gila Jadi Inovasi Unggulan Puskesmas Taliwang

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (9/7/2019)

Pusat Kesahatan Masyarakat (Puskesmas) Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membuat inovasi dalam pelayanan terhadap orang gila. Melalui program Sistem Pelayanan Kesehatan Jiwa Berbasis Buku Kontrol (SPKJ SIBUK) berhasil mengurus orang gila yang tidak terurus dan bebas dari pasung. Karena itu program SPKJ SIBUK menjadi inovasi unggulan di Puskesmas Taliwang.
Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Kepala Puskesmas Taliwang, H. Rofingi SKM mengakui adanya program unggulan di puskesmas yang dipimpinnya khusus melayani orang gila. Program inovasi itu dinamakan Sistem Pelayanan Kesehatan Jiwa Berbasis Buku Kontrol (SPKJ SIBUK). Dengan sistem ini semua orang gila di Kecamatan Taliwang didata kemudian dilakukan pemeriksaan jiwa. “Setelah pemeriksaan jiwa terhadap pasien, kita masukkan data hasil pemeriksaan ke buku control. Jadi setiap pasien gangguan jiwa sudah ada buku kontrol masing-masing sehingga memudahkan kami untuk mengontrol waktu makan obatnya dan perkembangan pasien seperti apa,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Rofingi berharap kerjasama dari pihak keluarga. Perlu juga melibatkan Babinsa, Bhabinkantibmas, dan kelurahan ataupun desa. Sebab mengontrol orang gangguan jiwa sangat berat. “Contohnya pasien sudah waktunya kontrol tidak datang ke puskesmas maka petugas kami yang akan turun lapangan langsung menemui keluarganya menanyakan alasan tidak datang control. Apabila keluarganya kesulitan maka kita akan minta bantuan Babinsa dan Bhabinkantibmas beserta pemerintah desa atau kelurahan. Dengan sistem ini semua penderita gangguan jiwa di Taliwang bisa terurus,” ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah orang gila yang ditangani Puskesmas Taliwang hampir mencapai 50 orang yang rutin melakukan kontrol. Beberapa pasien yang dinyatakan sembuh akan diberdayakan menjadi pelukis bahkan menjadi staf puskesmas untuk tugas cleaning servis. “Selama ada program ini di Kecamatan Taliwang, tidak ada orang gila yang dipasung dan tidak terurus,” tandasnya.

Inovasi ini ungkap Rofingi, sudah pernah diikutkan pada kompetisi Inovasi tingkat Provinsi NTB  (eNTeBenovik) Tahun 2017. Inovasi ini berhasil meraih juara pertama. Selanjutnya pada tingkat nasional yang diikuti ribuan peserta, berhasil masuk 99 inovasi terbaik nasional.

Diakui Rofingi, kendala dalam perjalanan program ini tidak terlalu berat karena sistem pelaksanaannya tersusun rapi. Munculnya kendala ketika adanya mutasi pegawai. Petugas yang konsen di bidang tersebut harus dipindah-tugaskan ketempat lain. Sementara petugas pengganti harus beradaptasi dengan tugas barunya tersebut. Namun demikian pasien gangguan jiwa masih tertangani dengan baik melalui program SPKJ SIBUK. (HEN/SR)

Lihat Juga

Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga Gelar Ekspedisi Medis di Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (4/7/2019) Bertempat di ruang kerjanya, Kamis siang (4/7) Bupati Sumbawa HM. Husni ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *