Home / HukumKriminal / Jadi Kurir Shabu, Pria Asal Malang Divonis 8 Tahun

Jadi Kurir Shabu, Pria Asal Malang Divonis 8 Tahun

DENPASAR, SR (4/7/2019)

Purwanto (45) pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini hanya bisa pasrah saat majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Made Pasek menghukumnya dengan pidana penjara selama 8 tahun. Memang dalam perkawa ini, Purwanto yang tinggal di Jalan Palapa hanya sebagai tukang tempel alias kurir dalam jual beli shabu. Tapi saat ditangkap, barang bukti shabu yang ada padanya cukup banyak, yakni paket yang siap diedarkan. Dalam sidang, Kamis (4/7), majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak, menguasai, memiliki, menyimpan, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman. Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun, denda 800 juta subsider dua bulan kurungan,” demikian vonis hakim.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuli Peladianyanti yang pada sidang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun. Atas vonis itu, terdakwa melalui tim kuasa hukumnya dari PBH Peradi Denpasar langsung menyatakan menerima. Sedangkan jaksa lebih memilih untuk pikir-pikir. “Kami pikir-pikir,” ujar jaksa Kejari Denpasar itu.

Seperti diketahui, terdakwa Purwanto ditangkap pada tanggal 19 November 2018 sekira pukul 13.00 Wita di Jalan Tukad Pancoran Gang 10B. Dari tangan terdakwa, polisi mengamankan barang bukti 10 paket shabu seberat 4,02 gram. Dari pengakuan terdakwa, sebelum ditangkap, dia dihubungi Firman (tidak diketahui keberadaannya) untuk mengambil paket Narkotika di Jalan Gunung Soputan. Usai mengambil paket tersebut, terdakwa pergi ke rumah Yosias Umbu Deta (terdakwa dalam berkas terpisah). Terdakwa lalu menitip paketan di kost Umbu Deta di Jalan Tukad Pancoran. Keseokan harinya terdakwa kembali ke tempat Umbu Deta dan memecah paketan shabu itu menjadi 29 paket siap edar sambil menunggu perintah dari Firman. Sebelum ditangkap terdakwa sudah menempel 19 paket sesuai perintah Firman. Petualangan terdakwa mengedarkan narkoba terhenti saat terdakwa ditangkap polisi yang sebelumnya sudah melakukan pengintaian. Dari penangkapan terdakwa ini, akhirnya polisi juga mengamankan Umbu Deta yang saat itu mengirim pesan singkat menanyakan kunci kamarnya. Terdakwa bersama polisi langsung menuju ke tempat Umbu Deta. Di kamar Umbu Deta inilah polisi mengamankan 10 paket shabu siap edar dan beberapa butir pil ekstasi. Terdakwa bersama Umbu Deta akhirnya dibawa ke kontor polisi untuk diperiksa lebih lanjut. (SR)

Lihat Juga

Dianto: Revisi UU KPK Bukti Negara Tidak Serius Berantas Korupsi

SUMBAWA BESAR, SR (15/9/2019) Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa atau sering disebut ordinary crime ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *