Home / Politik / Tawari Berpasangan, Haji Rasyidi Mengaku Hanya Didatangi Utusan Petahana

Tawari Berpasangan, Haji Rasyidi Mengaku Hanya Didatangi Utusan Petahana

SUMBAWA BESAR, SR (19/6/2019)

Bakal Calon Bupati Sumbawa, Drs. H. Rasyidi Mukhtar mengaku tidak pernah diminta secara langsung oleh HM Husni Djibril B.Sc untuk berpasangan dengannya pada Pilkada 2020 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Haji Rasyidi—akrab mantan Sekda Sumbawa ini disapa, menyusul adanya informasi bahwa dirinya menolak pinangan Bupati Sumbawa yang akan menjadi calon petahana tersebut. Selama ini menurut Haji Rasyidi, ia kerapkali didatangi orang-orang yang mengaku sebagai utusan Haji Husni yang meminta kesediaannya untuk pasangan Husni—Rasyidi. “Saya seringkali didatangi beberapa orang yang mengaku sebagai utusan beliau (Haji Husni Djibril). Saya tidak bisa main-main kalau mengajak orang lain, harus saya sendiri dan tidak ingin mengutus siapa-siapa. Nah yang datang ke saya ini entah itu benar utusan, mengaku utusan, atau orang yang ingin agar kami berpasangan. Yang pasti sampai saat ini beliau gag pernah ajak saya secara langsung,” kata Haji Rasyidi.

Bagaimana jika calon petahana yang memintanya secara langsung untuk menjadi calon wakil bupati ? Haji Rasyidi menyatakan akan mengikuti keinginan para pendukungnya. Sebab saat ini para pendukungnya yang jumlahnya sudah sangat banyak, berkeinginan kuat untuk mendorongnya maju sebagai calon Bupati bukan Calon Wakil Bupati. Pertimbangannya, menjadi orang nomor dua (wakil Bupati) akan bekerja sesuai keinginan Bupati. Kebijakan yang ingin diterapkan wakil bupati akan terhalang dengan kebijakan Bupati.  “Kalau menjadi Bupati, kita akan bekerja sesuai dengan apa yang ada di kepala kita. Artinya kita bisa mempraktekkan ilmu yang ada pada pribadi dan pengalaman kita secara utuh,” imbuhnya.

Haji Rasyidi tidak berniat membanggakan diri. Namun Ia harus mengakui memiliki banyak ilmu, pengalaman dan kemampuan di berbagai bidang. Mulai organisasi non politik, perusahaan, bidang bisnis, pertanian, peternakan, perikanan dan banyak sektor lainnya. Sebab menjadi seorang pemimpin harus menguasai beragam persoalan. Tidak hanya bisa memberikan perintah secara teori tanpa memberikan contoh secara praktek. Dengan kemampuan itu seorang pemimpin tidak hanya bisa memerintah, tapi juga memberikan contoh, mengajarkan dan memperlihatkan hasil yang sudah dilakoni oleh pemimpin dimaksud. “Masyarakat sekarang tidak bisa hanya bicara tanpa kita perlihatkan cara prakteknya,” ujarnya.

Ketika nanti ditakdirkan terpilih menjadi Bupati Sumbawa, Ia akan menganjurkan masyarakat yang memiliki lahan di pinggir pantai untuk membuat tambak udang, bandeng dan lainnya. Ini karena ia sudah 11 tahun berpengalaman menggeluti usaha ini tanpa pernah mengalami kerugian. Tentunya semua ini karena menguasai ilmunya. Kemudian di sektor peternakan, Haji Rasyidi mengaku berani diadu dengan sarjana atau pakar peternakan. Ia mengaku sudah lama beternak sapi dan memiliki beberapa rent di sejumlah tempat. Usaha ini juga berhasil. Demikian dengan pertanian, sudah sejak kecil menggelutinya dan sekarang tengah mengembangkan pohon sengon laut. Selain bernilai ekonomis tinggi, juga mendorong masyarakat untuk menanam pohon yang secara tidak langsung ikut menjaga dan melestarikan lingkungan Usaha ini ia geluti dengan menimba ilmu sampai di Bogor. Belum lagi usaha burung walet dan lainnya. “Semua sektor ini kita geluti di samping bekerja juga bisa menjadi sarana untuk mengajari masyarakat. Masyarakat akan tergugah karena apa yang dikatakan pemimpinnya sesuai dengan kenyataan dan sudah dipraktekkan oleh pemimpin tersebut sehingga tidak ada keraguan bagi masyarakat untuk mengikutinya,” kata Haji Rasyidi.

Sebagai wadah untuk mengimplementasikan semua ilmu atau kemampuan yang dimilikinya, Haji Rasyidi menyatakan telah membentuk Rasyidi Center Community (RCC). RCC ini tidak semata-mata menjadi tempat berkiprahnya para relawan untuk memenangkan suksesi, melainkan payung besar untuk mengelola semua sektor-sektor tersebut dalam upaya memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. (JEN/SR)

Lihat Juga

Industrialisasi, Jalan Menuju NTB Gemilang

Oleh: Irfan, S.Sos (Ketua Serikat Tani Nasional NTB) Pada masa Sukarno, ada usaha untuk merintis ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *