Home / Politik / Haji Rasyidi Nyatakan Tidak akan Maju, Jika…

Haji Rasyidi Nyatakan Tidak akan Maju, Jika…

SUMBAWA BESAR, SR (19/6/2019)

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Rasyidi Mukhtar mulai intensif menggalang kekuatan sebagai bekal untuk maju pada suksesi Pilkada 2020 mendatang. Namanya sudah lama digaungkan sebagai salah satu penantang berat calon petahana HM Husni Djibril B.Sc yang kembali diusung PDIP untuk mempertahankan jabatannya pada periode kedua  Haji Rasyidi akan mengikhtiarkan maju melalui dua jalur yaitu jalur partai politik dan jalur perseorangan (independen) sebagai alternatif. Haji Rasyidi juga kemungkinan tidak akan maju. Sebab maju dan tidaknya tentunya dengan pertimbangan yang matang.

Ditemui khusus SAMAWAREA, Rabu (19/6), Haji Rasyidi menyatakan niatnya maju sebagai Bakal Calon Bupati Sumbawa untuk menjawab harapan dan kebutuhan masyarakat. Desakan masyarakat ini muncul sejak awal ia menjadi Sekda Sumbawa, 7 tahun silam. Kini desakan itu semakin kuat. “Keinginan masyarakat ini sejalan dengan pernyataan saya ketika baru dilantik menjadi Sekda. Bahwa saya akan mempertimbangkan maju menjadi pimpinan daerah setelah pensiun nanti. Inilah yang saya realisasikan sekarang,” kata Haji Rasyidi.

Ia membenarkan akan maju melalui dua jalur yaitu partai politik dan perseorangan. Dan diakuinya sudah banyak partai politik yang datang maupun sebaliknya yang sudah didatanginya. Meski demikian dirinya belum bisa memastikan partai mana yang akan mendukungnya mengingat masih dalam proses komunikasi. Ketika komunikasi ini hasilnya negatif, mengingat adanya ‘mahar politik’ yang cukup besar dan ia tidak mampu membayar sesuai permintaan partai bersangkutan, maka akan mencari alternative lain yaitu jalur independen. “Memang saat ini ada partai yang menyodorkan harga mahal, ada juga yang murah, tapi belum ada partai yang gratis atau tanpa mahar. Ini semua masih kita komunikasi secara intens,” ujar Haji Rasyidi.

Disinggung mengenai calon pendampingnya nanti, Haji Rasyidi mengaku masih dirahasiakan. Banyak figur yang menjadi calon wakilnya dan sedang diinventarisir. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang, mulai dari pemuka masyarakat, ASN aktif, politisi, pengusaha dan akademisi. Untuk menentukan satu di antaranya, Haji Rasyidi mengatkan timnya akan melakukan uji public dan turun ke lapangan meminta saran para pendukung sebagai bahan nanti untuk didiskusikan. Terkait dengan nama-nama yang banyak beredar seperti Rasyidi—Tarunawan, Rasyidi—Novi, Rasyidi—Syukri dan lainnya, menurutnya, masih sebatas wacana. Meski demikian munculnya nama-nama itu juga bagian dari keinginan masyarakat. Tentu pendampingnya nanti adalah orang yang banyak disukai masyarakat.

Selain uji public menentukan calon wakilnya, Haji Rasyidi juga melakukan survey elektabilitas dirinya selaku bakal calon bupati. Ini dilakukan agar ia tidak gegabah dan asal maju tanpa perhitungan dari segala sisi. Sebab ketika maju pasti dengan keyakinan menang. Jika hasil survey, jauh berada di bawah calon-calon lain, Haji Rasyidi secara tegas tidak akan maju pada konstelasi Pilkada. “Perjalanan ini masih panjang. Semua sedang berproses. Pastinya ada strategi-strategi yang kami lakukan bersama para pendukung sehingga keyakinan kita maju untuk menang bisa terwujud,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Industrialisasi, Jalan Menuju NTB Gemilang

Oleh: Irfan, S.Sos (Ketua Serikat Tani Nasional NTB) Pada masa Sukarno, ada usaha untuk merintis ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *