Home / MATARAM / Pendapatan Daerah Pemprov NTB 2018 Terealisasi 4,9 Triliun

Pendapatan Daerah Pemprov NTB 2018 Terealisasi 4,9 Triliun

Direncanakan 5,36 Triliun

MATARAM, SR (18/6/2019)

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc melaporkan bahwa pendapatan daerah belum mencapai target dari yang direncanakan. Pada sisi pendapatan tahun 2018 direncanakan sebesar Rp 5,36 triliun lebih, namun yang terealisasi hanya Rp 4,9 triliun lebih atau 92,18%. Gubernur menyampaikan hal ini di Ruang Sidang DPRD Provinsi NTB dengn agenda Laporan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2018. Sidang tersebut dihadiri pimpinan dan seluruh anggota DPRD serta Forkopimda Provinvi NTB, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Penjabat Sekda, Asisten dan pimpinan perangkat daerah.

Disebutkan Gubernur, pendapatan tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,66 triliun lebih atau 93,93 % dari target yang ditetapkan, dengan rincian, Pajak Daerah sebesar Rp 1,26 triliun lebih atau 98,18%, Retribusi Daerah Rp 21,27 milyar lebih atau 35,76%, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp 60,08 milyar lebih atau 96,43%, lain-lain PAD yang sah Rp 309,37 milyar lebih atau 87,71%. Selain itu Pendapatan Transfer sebesar Rp 3,27 triliun lebih atau 96,55% dari target yang ditetapkan. Terdiri dari, transfer pemerintah pusat-dana perimbangan, yakni Bagi Hasil Pajak Direncanakan Rp 146,96 M lebih atau 77,76%, Bagi Hasil Bukan Pajak  Rp 114,67 milyar lebih atau 83,73%, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 1,53 triliun lebih atau 100%, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 330,07 milyar lebih atau 93,86%, Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Rp 1,08 triliun lebih atau 96,96%.

Kemudian transfer pemerintah pusat–lainnya dengan rincian, Dana Penyesuaian Rp 27,25 milyar lebih atau 100,00%, Bantuan Keuangan sebesar Rp 31,28 milyar lebih atau 110,72%. Lain-lain pendapatan yang sah merupakan pendapatan hibah yang direncanakan Rp 204,93 milyar lebih, dengan realisasi sebesar Rp 9,90 milyar lebih atau 4,83%.

Gubernur menyatakan, bahwa penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2018 telah mengalami kemajuan. Hal ini nampak dari realisasi capaian indikator kinerja pada masing-masing bidang pembangunan, program dan kegiatan secara umum telah memenuhi target. Kendati demikian, Gubernur mengakui masih terdapat kekurangan dan kendala yang dihadapi, terutama pasca terjadinya bencana alam gempa bumi yang melanda daerah. Tentu di masa mendatang, pemerintah daerah akan terus berusaha melakukan evaluasi dan perbaikan untuk mengatasi berbagai kendala-kendala tersebut, salah satunya melalui upaya koordinasi dan kemitraan yang konstruktif khususnya dengan legislatif. “Dukungan, masukan dan pemikiran-pemikiran yang konstruktif dari seluruh anggota dewan, elemen masyarakat, disertai kerjasama yang sinergis dan proporsional, serta saling memahami tugas dan fungsi masing-masing, insya Allah program dan kegiatan yang belum optimal penanganannya di tahun 2018, dapat kiranya dilaksanakan secara optimal dalam tahun 2019 ini. Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan kekuatan lahir dan bathin kepada kita semua dalam ikhtiar mewujudkan Nusa Tenggara Barat yang gemilang,” pungkasnya. (SR)

Lihat Juga

Bertemu Prabowo, Presiden Jokowi: Tidak Ada Lagi “Cebong” dan “Kampret”

JAKARTA, SR (13/7/2019) Kontestasi pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden 2019 telah berakhir. Komisi Pemilihan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *