Home / HukumKriminal / Dokumen Palsu, Kasus Tender Gudang Garam Diserahkan ke Inspektorat
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa, Putra Riza Akhsa Ginting SH

Dokumen Palsu, Kasus Tender Gudang Garam Diserahkan ke Inspektorat

SUMBAWA BESAR, SR (17/6/2019)

Setelah lama melakukan penyelidikan, akhirnya Kejaksaan Negeri Sumbawa menyimpulkan bahwa dukungan perusahaan terhadap PT Jayanti selaku pemenang tender proyek Gudang Garam di Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, ternyata palsu. Ini terungkap setelah tim kejaksaan bertolak ke Bandung untuk meminta klarifikasi dari PT Arjuna Satria Agung yang disebut-sebut sebagai perusahaan pemberi dukungan atau yang memiliki perjanjian kerjasama dengan PT Jayanti selaku pelaksana proyek pembangunan Gudang Garam. Dokumen dukungan ini yang diajukan dan menjadi salah satu persyaratan PT Jayanti dalam mengikuti tender proyek di Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Setda Sumbawa.

Kasi Intel Kejari Sumbawa, Putra Riza Akhsa Ginting SH yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/6) menyatakan dokumen yang diajukan PT Jayanti untuk mengikuti proyek pembangunan Gudang Garam, adalah palsu. Perusahaan (PT Arjuna) menegaskan tidak pernah memberikan dukungan kepada PT Jayanti untuk proyek tersebut. Saat dilakukan klarifikasi ternyata email yang digunakan untuk mengirimkan surat dukungan kepada PT. Jayanti bukan dari perusahaan pemberi dukungan. Email itu berasal dari pihak lain yang seolah-olah berasal dari perusahaan pemberi dukungan. Mengingat proyek ini sudah tuntas dikerjakan dan belum menemukan adanya kerugian negara, Riza menyatakan itu hanya kesalahan administrative. Karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan melimpahkan penanganan kasus ini ke Inspektorat Daerah Kabupaten Sumbawa. Tapi jika ditemukan adanya novum (bukti lain), maka kasus itu akan dibuka kembali.

Seperti diberitakan, tender proyek pembangunan Gudang Garam di Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano dilaporkan ke Kejari Sumbawa karena diduga ada pemalsuan dokumen dalam proses tender. Seperti dugaan pemalsuan kontrak pekerjaan. Selain itu, keterangan pengalaman kerja perusahaan pemenang juga diduga palsu. Proyek pembangunan Gudang Garam dilaksanakan di Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano. Adapun anggarannya sebesar Rp 2,4 miliar yang bersumber dari APBD. (SR)

Lihat Juga

Kebakaran di Seteluk, 11 Rumah Terbakar 1 Orang Tewas Terpanggang

SUMBAWA BARAT, SR (19/7/2019) Kebakaran hebat terjadi di Desa Seteluk, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *