Home / HukumKriminal / Dua Motor Tanpa Lampu Bertabrakan, Dua Nyawa Melayang, Satu Kritis

Dua Motor Tanpa Lampu Bertabrakan, Dua Nyawa Melayang, Satu Kritis

SUMBAWA BESAR, SR (9/6/2019)

Kecelakaan masih terjadi pada momen Lebaran Idul Fitri. Pada H+3 Lebaran dua nyawa melayang sekaligus. Selain korban meninggal dunia, kecelakaan yang terjadi di KM 64—65 jalan lintas Sumbawa-Bima, wilayah Kecamatan Plampang, Sabtu (8/6) malam pukul 19.40 Wita ini, juga menyebabkan satu orang kritis. Korban meninggal teridentifikasi bernama Ali Said warga Jompong Desa Muer Kecamatan Plampang dan Fadila warga Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Sedangkan korban kritis, Junaidi warga Desa Muer.

Informasi yang diserap wartawan SAMAWAREA Biro Sumbawa Timur, kecelakaan ini bermula dari sepeda motor Yamaha FZR yang dikendarai Ali Said berboncengan dengan Junaidi. Kendaraan ini melaju tanpa lampu dan nomor polisi. Dari arah berlawanan melaju sepeda motor Supra yang dikendarai Fadila juga tanpa lampu dan nopol. Karena melaju dalam kondisi gelap gulita, kedua kendaraan yang berpapasan di KM 64-65 ini, tabrakan. Saking kerasnya, kedua kendaraan ringsek berat dan ketiga korban tidak sadarkan diri. Dalam kondisi terluka parah, ketiganya dilarikan ke Puskesmas Plampang. Dua korban, Ali Said dan Fadilla tak tertolong, sementara Junaidi dalam perawatan medis.

Ibu Ipa—salah seorang saksi, mengaku sebelum kejadian, dia sempat dibonceng korban Fadila untuk mengantarnya ke Kampung Baru. Setelah itu Fadila yang merupakan buruh tani bawangnya ini kembali ke lahan. Setelah itu secara mengejutkan ia mendengar kabar terjadi kecelakaan tersebut. Sebelumnya juga, Fadila sempat dilarikan ke Puskesmas Plampang akibat keracunan herbisida jenis Poradan. Keracunan itu terjadi karena korban tidak membersihkan tangan setelah mencampurkan herbisida dengan air. Racun itupun terpapar pada jajan yang dikonsumsi korban.

Untuk diketahui, Junaidi adalah korban yang masih hidup. Kondisinya kritis dan harus dirujuk ke RSUD Sumbawa guna mendapat penanganan lebih intensif. Namun orang tuanya, Yusuf beserta keluarga menolak dan lebih memilih membawa korban pulang ke rumah di Jompong. Demikian jenazah Ali Said telah dipulangkan ke rumah duka di Muer, serta jasad Fadillah dibawa ke kampung halamannya di Monta Bima.

Kapolsek Plampang AKP Abdul Sani yang ditemui mengakui adanya kecelakaamn lalulintas yang menyebabkan dua nyawa melayang. Ini terjadi karena kedua kendaraan yang bertabrakan ini tanpa dilengkapi lampu. Anggota sudah turun ke TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Untuk proses lebih lanjut penanganannya diserahkan ke Unit Laka Polres Sumbawa. (BUR/SR)

Lihat Juga

Selidik Narkoba Masuk Dusun, Polisi Tangkap Terduga Pengedar

LOMBOK TENGAH, SR (10/8/2019) Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah terus menyusuri peredaran narkoba yang ...

One comment

  1. Irwan Satriawan, ST., MT.

    Mudah-mudahan atas kejadian tersebut, para pengendara yg sering memaksakan diri berkendara dlm keadaan mati lampu mau sadar utk melengkapi fasilitas kendaraannya dan tidak terlalu kencang memacuh kendaraannya, yg sering membuat orang lainnya menanggung akibatnya.
    Dan khusu untuk Petugas Kepolisian agar sering merazia kendaraan diwilayahnya berhubung banyak yg seperti itu bahkan ada roda empat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *