Home / Politik / Mencalonkan Lagi, Haji Husni Tunggu Perintah Partai
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc

Mencalonkan Lagi, Haji Husni Tunggu Perintah Partai

SUMBAWA BESAR, SR (28/5/2019)

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa kian dekat. Banyak figur bermunculan, bahkan sebagian menyatakan pencalonannya secara terang-terangan. Uniknya, sebagian besar figur yang muncul ini tidak memiliki kendaraan politik. Mereka cenderung ‘mempromosikan diri’ agar dapat dilirik Parpol, dan ujung-ujungnya bermuara melalui jalur independen.  Bagaimana dengan calon petahana ?

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/5), Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc menyatakan masih menunggu perintah partainya yaitu PDI Perjuangan. Sebagai kader partai, tentu keputusan ada pada partai tersebut dan semua melalui mekanisme. Beda dengan figur lainnya yang sudah menyatakan diri kendati baru mulai mencari kendaraan politik. Haji Husni—akrab ia disapa, mengaku tidak berada dalam hiruk pikuk dan kegaduhan tersebut mengingat saat ini masih menjabat sebagai Bupati Sumbawa hingga 2021. Ia ingin memelihara stabilitas politik di Kabupaten Sumbawa, dengan menjadi penyelamat dan peneduh. “Saya tidak mau ikut dalam kancah perpolitikan yang gaduh ini, nanti bisa salah arah. Kenapa saya bilang gaduh, karena ini sedang gamang. Banyak figur yang saat ini mengaku maju sebagai calon bupati, tiba-tiba besok berubah lagi jadi calon wakil. Saya tidak mau nampil seperti itu, karena ada syarat khusus di PDIP, ada tim penilai dari pusat,” tukasnya.

Menurutnya, ada tatakrama politik yang harus dijalaninya sebagai kader. Tidak ingin berinisiatif apalagi meminta diri. Bisa jadi, ungkap Haji Husni, partai tidak lagi membutuhkannya dengan pertimbangan usia maupun kesehatan. Atau mungkin partai lebih menginginkan generasi muda. “Artinya saya belum mendapat perintah dan saya tidak akan minta, kalau diperintahkan (calonkan diri) wajib untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Memang diakui Haji Husni, sebagai manusia pasti memiliki keinginan termasuk dirinya untuk maju lagi menjadi calon Bupati Sumbawa. Namun keinginan itu harus disesuaikan dengan kemampuan baik mental, psikologis, dan fisik. “Makanya saya tidak akan pernah membuat pernyataan saya maju atau tidak maju. Saya mau Sumbawa ini kondusif, tidak ada kegaduhan. Saya ingin menjalankan politik santun. Paling penting dalam mengambil sebuah keputusan harus melalui istikharah,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Industrialisasi, Jalan Menuju NTB Gemilang

Oleh: Irfan, S.Sos (Ketua Serikat Tani Nasional NTB) Pada masa Sukarno, ada usaha untuk merintis ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *