Home / HukumKriminal / Prihatin Hutan Lantung, Bupati Minta Aparat Bersinergi Berantas Ilegal Logging

Prihatin Hutan Lantung, Bupati Minta Aparat Bersinergi Berantas Ilegal Logging

SUMBAWA BESAR, SR (23/5/2019)

Bupati Sumbawa melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sumbawa, Dr. HM Muhammad Ikhsan M.Pd mengaku sangat prihatin dengan kondisi hutan di wilayah Kecamatan Lantung yang kini sudah banyak dialihfungsikan menjadi lahan pertanian jagung. Karena itu setiap musim penghujan, kondisi tersebut seringkali menimbulkan banjir lokal di Kecamatan Lantung, tepatnya di Desa Sepukur dan Desa Padesa. Menurut Bupati, masalah perambahan hutan masih menjadi permasalahan yang cukup serius di wilayah Kecamatan Lantung ini. Bupati pun menegaskan kembali untuk tidak melakukan aktivitas perambahan hutan (illegal logging) baik untuk dijual kayunya maupun dijadikan areal penanaman jagung. Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak, bukan hanya oleh aparat penegak hukum, tetapi juga pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. “Saya minta camat dan kepala desa untuk bersinergi dengan aparat mengatasi persoalan ini, lakukan sesuatu untuk memutus rantai jaringan illegal logging ini, sempitkan ruang gerak para oknum perampok kayu, agar hutan kita tetap lestari, mata air kita tetap terjaga, dan masyarakat kita tidak menuai bencana,” tegas Bupati pada momen Safari Ramadhan 1440 H di Masjid Al Hikmah Desa Sepukur Lantung, belum lama ini. Hadir dalam kesemepatan Ketua DPRD Sumbawa, para pimpinan OPD, dan Ketua MUI Sumbawa. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun di bulan ramadhan ini dihajatkan untuk memupuk silaturrahim antara pemerintah dengan ulama dan umat (masyarakat), sekaligus untuk memantau kondisi dan kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Sebelumnya, Ketua MUI Sumbawa, Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag dalam uraian hikmah ramadhan mengajak umat Islam untuk memanfaatkan Bulan Ramadhan sebagai momen mengevaluasi diri dan menjaga hubungan baik dengan sesama, terutama pasca pemilihan umum 2019. Dijelaskan bahwa Puasa Ramadhan pada hakikatnya tidak hanya diperintahkan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan dan menjaga kelima panca indera agar terhindar dari perbuatan dusta dan segala yang diharamkan oleh Allah SWT. (SR)

Lihat Juga

Ini Amanat Pangdam Udayana yang Disampaikan Kasatrem 162/WB di Upacara HUT RI

MATARAM, SR (17/8/2019) Korem 162/WB menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke 74 Kemerdekaan Republik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *