Home / Ekonomi / Komoditi dan Pedagang Luar KSB Kuasai Pasar Tana Mira Taliwang

Komoditi dan Pedagang Luar KSB Kuasai Pasar Tana Mira Taliwang

SUMBAWA BARAT, SR (19/5/2019)

Pasar Trandisional Tana Mira Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, dikuasai oleh komoditi dari luar Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bahkan pedagangnya pun didominasi warg luar KSB.

Dikonfirmasi usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Tana Mira Taliwang, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST mengakui 80 % komoditi di pasar tersebut didatangkan dari luar KSB, seperti tomat, cabe, bawang merah, bawang putih, dan sayur mayor. Kondisi ini dimungkinkan karena adanya perbedaan iklim antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Pulau Lombok terkenal dengan kesejukannya dengan air yang melimpah baik itu musim hujan ataupun musim panas, sedangkan daerah di Pulau Sumbawa banyak lahan hanya bisa ditanam jika musim penghujan. Jikapun musim hujan, petani lebih memilih tanam padi dan jagung. “Itu baru kita berbicara tentang iklim dua kabupaten, belum kita berbicara mengenai mental petani kita di KSB yang cenderung belum siap bersaing di pasar. Banyak kasus yang kami dapatkan awalnya kita dari Pemda sangat getol membantu kebutuhannya untuk menanam horti tapi pas panen dihadapkan dengan persaingan pasar, kadang harga rendah membuat petani kita tidak mau lagi menanam, padahal harga pasar tidak selamanya akan merugi atau akan untung tergantung kitanya dalam membaca situasi pasar,” beber Wabup.

Meski demikian, Pemda terus berupaya untuk meningkatkan hasil pertanian khususnya di bidang hortikultura yang sudah dikhususkan bidangnya di Dinas Pertanian. Dinas tersebut telah memberikan bantuan bibit maupun bimbingan kepada petani bagaimana menanam yang baik dan benar hingga panen. Pemerintah berharap kepada petani KSB yang dibimbing ini nantinya bisa mandiri dan memiliki mental bertani yang tinggi. “Kami akan terus melakukan evaluasi terutama di Dinas Pertanian agar produk lokal kita bersaing di pasar,” imbuhnya.

Di bagian lain Wabup menegaskan bahwa harga barang di Pasar Tanamira aman terkendali. Meski ada kenaikan harga, masih dalam batas kewajaran. Adapun harga bawang putih yang sempat melambung tinggi hingga Rp 80 ribu per kilogram dari RP 35 ribu kini sudah kembali normal. Setelah diintervensi Pemprov yang dikoordinasikan langsung oleh Dinas Perdagangan, harganya sudah berkisar Rp 35 ribu—50 ribu /kg. (HEN/SR)

 

Lihat Juga

Gubernur Tekankan Jajarannya Permudah Investor

MATARAM, SR (13/8/2019) Pemerintah Provinsi NTB sangat welcome dengan dunia investasi. Bahkan gubernur memberikan arahan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *