Home / Kesehatan / Klinik Surya Medika PKU Muhammadiyah Resmi Jadi Rumah Sakit 

Klinik Surya Medika PKU Muhammadiyah Resmi Jadi Rumah Sakit 

Diresmikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SUMBAWA BESAR, SR (28/4/2019)

Klinik Utama Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa kini berubah status menjadi rumah sakit. Hal ini dengan Grand Opening Rumah Sakit Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa yang berlangsung pada Minggu (28/4) sore ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. Acara yang diawali dengan penampilan tarian mata’ rame oleh Kelompok Pupinka Kampung Bugis dan dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Masnur Hidayati tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Pimpinan Umum Pusat Aisyiyah, Direktur Universitas Muhammadiyah Malang beserta jajaran, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Ketua PDM Sumbawa, KSB, dan Bima. Selain itu Dandim 1607 Sumbawa, Pimpinan OPD, Kepala BNN Sumbawa, Ketua KPU, Ketua MUI, Pimpinan Bawaslu, Direktur Rumah Sakit Surya Medika PKU Muhammadiyah beserta jajaran, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas diresmikannya RS Surya Medika PKU Muhammadiyah yang sebelumnya beroperasi sebagai klinik utama. Disampaikan terdapat 140 rumah sakit, dan 460 klinik dan balai kesehatan, layanan sosial dan panti asuhan, dengan total 600 pelayanan kesehatan yang telah didirikan oleh Muhammadiyah, 176 Perguruan Tinggi, 10.000 Sekolah Dasar dan Madrasah, 23.000 TK/ABA yang dikelola Aisyiyah. Semuanya dihajatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. “Karena Muhammadiyah tidak cukup tanpa berbuat, Muhammadiyah berkomitmen dan bercita-cita menjadikan Indonesia maju, dan menunjukkan bahwa kehadiran Muhammadiyah ada untuk kemajuan bangsa dan negara, dari Islam, Muhammadiyah menjadikan Indonesia yang berkemajuan,” pungkasnya.

Bupati Sumbawa dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Drs. H. Rasyidi berharap agar dalam operasionalisasi rumah sakit nantinya tidak semata berorientasi pada profit atau keuntungan, melainkan tetap menjunjung komitmen untuk mengedepankan amal yang baik, mengingat dalam proses pembangunannya, rumah sakit juga berbasis pada kaikhlasan para donatur yang telah merelakan sebagian harta mereka untuk diwakafkan demi terwujudnya fasilitas kesehatan milik ummat. Sehingga hajat untuk membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat tak mampu dapat terus dijaga.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang H. Fauzan, M.Pd mengatakan Muhammadiyah adalah Islam yang gagah yang menampilkan dan memberikan contoh suka memberi serta menginspirasi bagi masyarakat banyak, sehingga layak dicontoh dan diikuti.

Di tempat yamng sama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB H. Salahuddin menyampaikan bahwa dari 10 PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) yang ada di NTB, terdapat 3 PDM yang dinilai sangat maju dan progressif yaitu Bima, Lombok Timur, dan Sumbawa. Diungkapkan jika harta, jabatan dan uang, termasuk anak-anak hanya perhiasan yang bersifat sementara, namun amal sholeh merupakan salah satu harapan terbesar manusia setelah meninggal dunia.

Setelah Grand Opening, acara dilanjutkan dengan kunjungan rumah sakit dan kegiatan operasi katarak serta kunjungan dan peresmian Kampung Herbal. (SR)

Lihat Juga

146.084 Warga Sumbawa Belum Terkafer JKN, BPJS Koordinasi BPKAD

SUMBAWA BESAR, SR (15/5/2019) BPJS Kesehatan Sumbawa telah berkoordinasi dengan Pemda Sumbawa melalui Badan Pendapatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *