Home / HukumKriminal / Jelang Rapat Pleno, Ketua TPS 6 Jotang Beru Meninggal Dunia
Almarhum Sanapiah Amin (Jaket merah)

Jelang Rapat Pleno, Ketua TPS 6 Jotang Beru Meninggal Dunia

SUMBAWA BESAR, SR (22/4/2019)

Penyelenggara Pemilu di sejumlah daerah terus berjatuhan, sebagian besar meninggal dunia. Kali ini terjadi di Kabupaten Sumbawa. Ketua TPS 6 Jotang Beru Kecamatan Empang, Sanapiah Amin, meninggal dunia, Senin (22/4) sekitar pukul 18.25 Wita. Pahlawan demokrasi tersebut diduga menghembuskan napas terakhir akibat kelelahan setelah beberapa hari melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pemilu di tingkat TPS.

Ketua PPK Kecamatan Empang, Mudayat yang dihubungi SAMAWAREA, menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga Sanapiah Amin. Sebelumnya diakui Mudayat, tidak ada tanda-tanda almarhum menemui ajal. Sebab almarhum tetap melaksanakan tugas seperti biasa. Bahkan pagi hingga siang hari kondisinya segar bugar. Menurut keterangan isteri almarhum yang ditemui di rumah duka, pagi hari almarhum terlihat membereskan berkas yang akan dipersiapkan untuk rapat pleno di PPK pada malam harinya. Almarhum sempat tidur siang bersama istrinya. Saat bangun, almarhum meminta istrinya membuat sayur kelor dan disantap sangat lahap. Setelah itu almarhum kembali meminta istrinya menyetrika bajunya yang akan dikenakan saat rapat pleno. Memasuki waktu asyar, almarhum mengeluh sakit di ulu hatinya. Tapi dia enggan untuk dibawa ke rumah sakit karena dianggap hal yang biasa. Tak berselang lama, sakit yang dirasakan kian terasa sehingga almarhum dilarikan ke Puskesmas Empang untuk mendapat perawatan medis. Almarhum yang diinfus terlihat masih segar dan sempat berbincang-bincang dengan keluarga yang datang menjenguknya. Namun usai adzan magrib, kondisi almarhum drop dan dalam waktu tidak terlalu lama menghembuskan napas terakhir. “Kami sangat terkejut atas musibah ini,” ucap Mudayat.

Rumah duka

Ia mengaku mengenal almarhum sebagai sosok yang baik, tekun dan bertanggung jawab terutama atas tugasnya sebagai penyelenggara pemilu. Meski lokasi tugasnya cukup jauh dari tempat tinggalnya, namun almarhum mampu mengemban amanah sebagai Ketua TPS 6 Jotang Tero. Bahkan selama menjalankan tugasnya, almarhum harus menginap selama 2 hari 2 malam di lokasi. Dengan meninggalnya almarhum, pihaknya merasa kehilangan. Karenanya selaku Ketua PPK, Mudayat berharap kepada KPU Kabupaten, Provinsi hingga pusat untuk dapat memberikan perhatiannya, salah satunya santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. “Almarhum adalah tulang punggung keluarga. Beliau meninggalkan istri dan anak yang masih membutuhkan perhatian. Semoga ini menjadi atensi jajaran KPU,” pintanya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Bank NTB Syariah Diminta Maksimalkan Kontribusinya untuk KSB

SUMBAWA BARAT, SR (12/7/2019) DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta Bank NTB Syariah semakin memaksimalkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *