Home / HukumKriminal / Setelah Pemilu, Tim Polda dan Mabes Tertibkan PETI di KSB

Setelah Pemilu, Tim Polda dan Mabes Tertibkan PETI di KSB

SUMBAWA BARAT, SR (26/3/2019)

Rusaknya lingkungan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akibat pencemaran mercury menjadi perhatian pemerintah pusat. Karena itu pemerintah akan mengambil tindakan tegas dengn menertibkan Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) di KSB. Tindakan ini akan dilaksanakan jajaran Polda NTB usai pemilu.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM di acara STBM mengatakan mercury menjadi perhatian khusus sehingga dalam lima pilar STBM dimasukkan satu lagi menjadi STBM + Mercury. Peredaran mercury menurut Bupati, cukup merajalela di KSB diakibatkan adanya aktivitas glondong yang berserakan. Sehingga pemerintah pusat membentuk tim penertiban PETI yang dipimpin langsung oleh Kapolda NTB. “Setelah pemilu PETI ditertibkan. Sehingga dalam sosialisasi STBM, tim juga melakukan sosilisasi terkait rencana akan adanya penertiban PETI di KSB agar para pelaku bisa sadar bahwa apa yang dilakukan sekarang ini merugikan masyarakat,” tukasnya.

Jika pelaku PETI sadar dan berhenti dengan sendirinya itu lebih baik daripada ada penertiban paksa. Penertiban PETI ini karena ada kepentingan yang lebih baik yaitu menghentikan pencemaran lingkungan yang sangat akut di KSB. Nantinya Tim Gabungan dari Mabes dan Polda akan mengambil langkah tegas apabila memang himbauan tidak diindahkan.

Hasil fokus Bali Internasional yang dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kementrian LH melakukan penelitian terhadap dampak merkury yang diakibatkan oleh PETI, sangat memprihatinkan. Lingkungan sudah tercemari apalagi masyarakat yang dekat dengan glondong sudah terdampak mercury yang hasil penelitiannya sudah menimpa balita, dan orang tua. “Kita lihat pelaku glondong dalam mengoperasikan glondongnya, limbahnya langsung dibuang begitu saja di sungai sehingga sungai sungai kita terutama Brang Rea tercemari mercury,” sesalnya.

Dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pencemaran mercury dapat terakumulasi di lingkungan yang lebih luas dan meracuni hewan yang bersentuhan langsung, tumbuhan, maupun micro organism acidic, serta jumlah raksa di permukaan air cukup signifikan. Jika manusia mengkonsumsi ternak dan tumbuhan yang tercemar mercury bisa menyebabkan kerusakan dalam saluran pencernaan, merusak sistem saraf, dan ginjal. Mercury juga berisiko terhadap organ lainnya, seperti otak, jantung, paru paru, dan sistem kekebalan tubuh. (HEN/SR)

 

Lihat Juga

Wagub NTB: ASN Harus Jadi Panutan

MATARAM, SR (10/4/2019) Seorang ASN harus siap menjadi contoh dan panutn masyarakat di sekitarnya, karena ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *