Home / HukumKriminal / Minggu Depan, Sidang Perdana Kasus Patedong

Minggu Depan, Sidang Perdana Kasus Patedong

SUMBAWA BESAR, SR (18/3/2019)

Penanganan kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Talud Pengaman Pantai di Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo di Kejaksaan Negeri Sumbawa, hampir tuntas. Pasalnya kasus yang menetapkan 5 orang tersangka ini akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). “Minggu depan kasus ini disidang untuk pertamakalinya,” kata Rahajeng Dinar Hanggarjani SH MH, salah satu anggota Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (18/3) sore.

Disebutkan Ajeng—akrab jaksa cantik ini disapa, lima tersangka tersebut akan dibagi dalam tiga berkas. Berkas pertama untuk PPK (IK), berkas kedua untuk FK dan NS—keduanya selaku penyedia jasa, dan berkas ketiga KW dan IS menjabat konsultan pengawas. “Nanti agenda sidang pembacaan dakwaan,” ungkap Ajeng.

Untuk menghadapi persidangan, pihaknya sudah membentuk tim penuntut umum. Tim tersebut terdiri dari Kasi Pidsus dan beberapa jaksa. Pihaknya juga sudah menyiapkan pasal yang disangkakan kepada para tersangka yaitu pasal 2 ayat 1 ke-1 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 KUHP subsider pasal 3 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. “Ancaman hukuman maksimal 20 tahun, pasal dua minimal empat tahun dan untuk pasal tiga minimal satu tahun penjara,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Proyek Pembangunan Talud Pengaman Pantai Patedong dilaksanakan pada 2017 lalu menggunakan APBD sekitar Rp 186 juta dengan panjang Talud 112 meter. Dalam penyelidikan ditemukan adanya penyimpangan. Di antaranya tidak menggunakan batu kali atau batu gunung sesuai RAB melainkan batu karang. Selain itu pengerjaannya tidak tuntas hingga melebihi masa kontrak dan perpanjangan, namun dibayarkan 100 persen. Hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan audit dari BPKP ditemukan adanya perbuatan melawan hukum dan kerugian Negara. Atas unsur tersebut kejaksaan menetapkan 5 orang tersangka yaitu IK—Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, IS dan KW—Konsultan Pengawas, dan FK—Direktur Perusahaan Pemenang Tender, serta NS—pelaksana proyek. (JEN/SR)

Lihat Juga

Berawal Kenalan di Facebook, Seorang ABG Digilir Dua Pemuda

SUMBAWA BESAR, SR (13/6/2019) Nasib yang dialami Madu (bukan nama sebenarnya) sungguh memilukan. Gara-gara berkenalan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *