Home / Pendidikan / Bangun Generasi Muda Islam, PUPINKA Gandeng UTS Atasi Buta Baca Qur’an

Bangun Generasi Muda Islam, PUPINKA Gandeng UTS Atasi Buta Baca Qur’an

SUMBAWA BESAR, SR (17/3/2019)

Pustaka Pinggir Kali atau disingkat PUPINKA kian menunjukkan kiprahnya. Wadah yang digagas anak-anak muda Karang Bage tepatnya RW 03 Kelurahan Bugis Kecamatan Sumbawa 2017 silam ini lambat laun mampu merubah pola pikir dan karakter masyarakat di lingkungan sekitar. Suasana lingkungan yang dulunya kumuh dan terkontaminasi prilaku-prilaku negative, kini terkesan religi. Sore membaca buku, malamnya membaca Al-Qur’an. Aktivitas itu terus terlihat setiap hari. Bahkan secara konsisten PUPINKA setiap malamnya melaksanakan kegiatan keagamaan mulai dari mengaji, menterjemahkan Al-Qur’an, yasinan hingga nonton bareng film kisah-kisah nabi dan para sahabat. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, pengelola PUPINKA dibantu para relawan dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Dosen dan mahasiswa universitas yang berada di kaki bukit Olat Maras itu merupakan para hafidz dan hafidza. Sebagian dari mereka berasal dari luar daerah seperti Bandung, Aceh, Banten dan Kalimantan.

Kondisi ini membuat para peserta pengajian kian bertambah. Mulai dari anak-anak usia 5 tahun hingga usia dewasa, bahkan ada yang telah berusia senja. Hasilnya sudah nampak. Sedikitnya 10 orang anak (santri) berhasil menyelesaikan bacaan tingkat Iqro. Sebagai bentuk apresiasi, PUPINKA menggelar acara sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan anak didiknya menyelesaikan salah satu jenjang membaca Al-Qur’an. Kegiatan bertajuk “Membangun Kembali Generasi Muda Islam” pada Sabtu (16/3) malam itu dihadiri Lurah Bugis, Lurah Samapuin, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Ketua Pupinka, Zainul Fahmi dalam sambutannya mengatakan kegiatan Khatamal Qur’an Iqra ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada para santri TPQ Pupinka yang berhasil menyelesaikan bacaan Iqro-nya. Kegiatan ini juga terlaksana karena dukungan sejumlah pihak terutama dosen dan mahasiswa UTS yang meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengajar dan membina anak-anak Pupinka sehingga mereka melek baca Qur’an. “Kami menyampaikan terima kasih kepada para sahabat UTS atas pengorbanannya tanpa pamrih untuk ikut membangun peradaban di lingkungan kami ini,” ucap Fahmi.

Untuk diketahui, ungkap Fahmi, dalam menjalan roda organisasi di Pupinka, dibentuk beberapa divisi di antaranya Divisi Pendidikan dan Divisi Ketaqwaan. Ia berharap keberadaan dua divisi ini maupun divisi-divisi lainnya diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga cerdas secara spiritual. “Belajar tidak cukup sampai bangku sekolah, apalagi belajar agama yang jam di sekolah sangat terbatas. Pupinka menjadi solusi bagi anak-anak dan adik-adik selepas dari bangku sekolah. Di sini mereka diajarkan bagaimana membentuk akhlak, mulai dari cara menghargai dan mendoakan orang tua, hingga peduli terhadap sesama. Karena itu Pupinka adalah harapan dan masa depan kampung ini, anak-anak, orang tua, bangsa dan negara,” tandasnya.

Sementara Lurah Bugis, Nasrullah SH mengapresiasi berlangsungnya acara tersebut. Menurutnya, kegiatan yang digagas Pupinka pada zaman saat ini sangat langka. Sangta jarang anak-anak muda bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya untuk menangani hal-hal yang bernuansa agama. Pada era keterbukaan dengan arus informasi yang sangat cepat ini, sangat mudah menggerus moralitas terutama di kalangan anak-anak muda. Karenanya kegiatan yang digagas Pupinka menjadi solusi dan pondasi dalam membentengi diri dari pengaruh negative globalisasi. “Ketika imannya kuat, apapun pengaruh zaman akan terfilter. Kami salut dan apresiatif dengan kiprah Pupinka. Untuk itu kami berpesan kepada anak-anak di Pupinka untuk tekun dan rajin membaca Al-Quran, pahami isinya dan amalkan. Insyaa Allah kalian akan menjadi generasi berkualitas masa depan,” pungkasnya. (SR)

Lihat Juga

Dana BOS 23,3 Miliar Cair

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS DIKBUD KABUPATEN SUMBAWA SUMBAWA BESAR, SR (12/6/2019) Setelah menunggu cukup lama, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *