Home / Ekonomi / Jaringan Distribusi Air Bersih di Kakiang Berfungsi Tergantung PDAM

Jaringan Distribusi Air Bersih di Kakiang Berfungsi Tergantung PDAM

SUMBAWA BESAR, SR (12/3/2019)

Penyebab belum berfungsinya jaringan distribusi air bersih di Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir yang dibangun Tahun 2017 lalu, kini terungkap. Proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sampai sekarang belum bisa dimanfaatkan karena tak setetes air pun mengalir. Selain itu sambungan rumah (SR) ke rumah penduduk belum terpasang sehingga masyarakat belum merasakan manfaat dari keberadaan proyek tersebut.

Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas PRKP Sumbawa, Hardianto ST yang dikonfirmasi, Selasa (12/3) mengakui belum berfungsinya distribusi jaringan air bersih di Desa Kakiang maupun Dusun Omo Desa Ai Bari yang dikerjakan Tahun 2017 lalu. Untuk pemasangan jaringan distribusi sebenarnya sudah tuntas. Namun untuk konek ke sambungan rumah dan adanya distribusi air bersih, bukan menjadi ranah PRKP melainkan PDAM. “Agar airnya bisa mengalir, jaringan itu harus nyambung dengan PDAM. Jadi tergantung PDAM,” kata Anto—akrab pejabat ini disapa.

Pihaknya sudah beberapa kali mengkomunikasikan masalah ini dengan PDAM, termasuk menggelar rapat di Kantor Bupati. Tapi PDAM enggan mengerjakannya dengan berbagai alasan. Di antaranya, PDAM bersedia menanganinya asalkan seluruh asset berupa jaringan distribusi tersebut dihibahkan ke Perusahaan Air Minum Daerah ini. “Jaringan ini sudah selesai, tinggal konek dengan PDAM, airnya langsung mengalir,” ujarnya.

Karena itu ungkap Anto, pihaknya kembali mendiskusikannya dengan PDAM. Ia berharap dalam minggu ini, jaringannya sudah terkoneksi dengan PDAM. “Semoga rencana ini berjalan lancar dan PDAM bersedia melanjutkan penanganan proyek ini sehingga masalah masyarakat yang sudah lama kesulitan air bersih dapat teratasi,” tandasnya.

Sebelumnya pemerintah desa dan warga Kakiang mendesak Dinas PRKP Sumbawa selaku leading sektor terkait untuk melanjutkan proyek yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ini. Jika tidak dilakukan, mereka mengancam akan membawa persoalan itu ke ranah hukum. “Proyek ini sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab selama ini masyarakatnya kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini mengingat Desa Kakiang setiap tahunnya selalu menjadi langganan banjir yang mencemari sumur-sumur masyarakat. Selain itu ada beberapa titik di desa kami yang airnya tidak sehat untuk dikonsumsi,” ungkap Kades Kakiang, Erfan Darisman.

Jaringan distribusi air bersih yang telah dibangun sepanjang 3,1 kilometer mulai dari depan SMPN 1 Moyo hingga ke Kantor Desa Kakiang. Selain itu PRKP memberikan 10 unit meteran untuk kantor desa, puskesmas, lembaga pendidikan dan rumah ibadah. (JEN/SR)

Lihat Juga

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (13/7/2019) Gempa berkekuatan 5,5 magnitudo mengguncang Kabupaten Sumbawa dan sekitarnya, Sabtu (13/7) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *