Home / Ekonomi / Masyarakat Telaga Keluhkan Saluran Irigasi Tergenang

Masyarakat Telaga Keluhkan Saluran Irigasi Tergenang

SUMBAWA BARAT, SR (14/2/2019)

Masyarakat Kelurahan Telaga Bertong kecamatan Taliwang terutama yang tinggal di belakang SMA 1 Taliwang jalur menuju Pantai Balad mengeluhkan adanya genangan air di saluran irigasi. Ia menduga genangan ini diduga akibat perbaikan saluran yang tidak tuntas dikerjakan pemerintah sehingga menjadi rumah nyamuk.

Ditemui SAMAWAREA, Beny Tanaya salah seorang warga Kelurahan Telaga yang terkena dampak mengakui adanya genangan air tersebut yang telah menjadi sarang nyamuk. Dengan musim hujan ini, nyamuk itu cepat berkembang biak dan dikhawatirkan menjadi sumber penyakit. Ia juga mengakui genangan air itu akibat irigasi sebagai saluran pembuang utama lingkungan tersumbat oleh material batu membuat air tidak bisa mengalir. “Material batu itu diduga bekas pekerjaan proyek pemasangan drainase yang tidak selesai pada anggaran tahun 2018, buktinya ada material tapi tidak dipasang. Bukti lain dari dugaan kami bahwa proyek itu tidak selesai karena adanya pengalian yang cukup dalam, tapi di depan rumah warga tidak digali. Sehingga saluran di depan rumah warga dangkal, sedangkan di tempat yang tidak ada bangunannya airnya tergenang karena penggalian yang terlalu dalam,” ungkapnya.

Ia mengingatkan pemerintah daerah jika ada pekerjaan agar dituntaskan. Karena pekerjaan yang tidak selesai akan berdampak negative terhadap masyarakat.

Menanggapi hal itu Kepala Seksi Infrastruktur Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Ismu Rahman ST mengatakan pekerjaan di Kelurahan Telaga tepatnya di belakang SMA adalah normalisasi saluran air sepanjang 700 meter. Mengingat anggarannya masih minim hanya Rp 70 juta pihaknya terpaksa melakukan penggalian tanah saja. Selain itu dalam pelaksanaan pihaknya menemui kendala di beberapa titik tepatnya di depan rumah warga.

Untuk kegiatan lanjutan dikerjakan pada Tahun 2019 ini namun tidak sepanjang 700 meter melainkan hanya 70 meter. Pekerjaan difokuskan untuk pemasangan drainase di depan rumah warga. Karena pasangannya tidak sesuai terpaksa pemasangan itu akan dibongkar dan diganti. “Ada 140 juta anggaran yang kami siapkan, tapi saat ini kami belum bisa melaksanakannya karena air masih tinggi, kita akan mulai bekerja saat airnya sudah turun,” imbuhnya. (HEN/SR)

Lihat Juga

Diincar Daerah Lain, Bupati Minta Dukungan Masyarakat Smelter Tetap di KSB

SUMBAWA BARAT, SR (12/4/2019) Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. HW. Musyafirin MM menginformasikan progress terkini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *