Home / Kesehatan / Hewan Liar di Pintu Masuk KSB akan Dimusnahkan
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) KSB, Suhadi SP,. MSi

Hewan Liar di Pintu Masuk KSB akan Dimusnahkan

SUMBAWA BARAT, SR (14/2/2019)

Tiga jenis hewan liar yang bisa menularkan penyakit rabies seperti Anjing, Kera, dan Kucing di Kecamatan Poto Tano akan dimusnahkan minggu depan. Hal ini mengingat penularan penyakit rabies melalui tiga hewan tersebut kian marak di Pulau Sumbawa. Sebelumnya dari Kabupaten Dompu, kini penularannya sudah bergeser ke Kabupaten Sumbawa tepatnya di Kecamatan Tarano. Karena itu langkah antisipasi di KSB harus cepat dilakukan.

Ditemui SAMAWAREA, Rabu (13/2), Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) KSB, Suhadi SP,. MSi mengakui akan melakukan tindakan eliminasi terhadap hewan pembawa rabies (HPR) untuk mengantisipasi penularan penyakit rabies di KSB. Hewan yang akan dieliminasi ini adalah Anjing, Kucing dan Kera. “Minggu depan kita mulai. Antisipasi kita fokuskan di Kecamatan Poto Tano terlebih dahulu, karena merupakan kecamatan gerbang masuk di Kabupaten Sumbawa Barat mengingat penularan penyakit rabies ini dari luar KSB,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke desa se-Kecamatan Poto Tano dan menghimbau masyarakat yang memiliki jenis binatang peliharaan seperti Anjing Kucing dan Kera untuk mengikat dan mengkandangkannya. Sebab sistem eliminasi yang akan dilakukan pihaknya dengan cara memberikan makanan bercampur racun. Racun yang digunakan sangat ampuh hanya membutuhkan maksimal 5 menit binatang yang terkena racun langsung mati. Bangkainya juga tidak akan jauh dari lokasi eliminasi tersebut sehingga mudah membersihkannya. Tekhnis pelaksanaannya juga sudah dikoordinasikan dengan agen di Kecamatan Poto Tano untuk menyediakan lokasi tempat eliminasi dan penguburan bangkai binatang yang aman agar masyarakat sekitar tidak terganggu. “Kami berharap masyarakat bekerjasama dalam pembasmian binatang liar ini agar masyarakat tidak menjadi korban keganasan anjing gila,” tukasnya.

Meski langkah ini dilakukan tapi kondisi Sumbawa Barat masih dalam keadaan aman terkendali. Mengenai vaksin hewan, KSB belum memilikinya, tapi tetap akan diusulkan ke pusat.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, H Tuwuh SAP menyatakan telah menyiapkan stok vaksin guna mengantisipasi adanya masyarakat yang terkena Rabies. Pihaknya menyediakan stok vaksin untuk 10 orang. Jika lebih dari 10 orang, vaksinnya juga sudah tersedia di propinsi. Pihaknya sudah menyiapkan anggran untuk membeli vaksin yang saat ini sedang dalam proses pemesanan. (HEN/SR)

Lihat Juga

Wagub dan Dirjen Kemenkes Bahas Implementasi KTR

MATARAM, SR (9/8/2019) Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd menerima kunjungan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *