Home / HukumKriminal / Anggota DPRD Sesalkan Tidak Ada Vaksin Rabies di Puskesmas Tarano

Anggota DPRD Sesalkan Tidak Ada Vaksin Rabies di Puskesmas Tarano

SUMBAWA BESAR, SR (10/2/2019)

Anggota DPRD Sumbawa, Hasanuddin menyesalkan tidak tersedianya vaksin rabies di Puskesmas Tarano Kabupaten Sumbawa sehingga penanganan medis terhadap korban gigitan anjing gila tidak maksimal. Penyesalan ini disampaikan saat politisi Hanura tersebut mendampingi Syaifullah (30) dan Desi (12) yang menjadi korban gigitan anjing gila, Minggu (10/2) pagi ini.

Tidak tersedianya vaksin rabies di Puskesmas Tarano, dinilai Hasanuddin yang pernah dua periode menjabat Kades Labuan Aji ini, adalah sebuah kelalaian pemerintah melalui leading sektor terkait. Sebab kasus rabies ini sudah terjadi sebelumnya di Labuan Aji dengan teridentifikasi satu orang korban. Selain itu antisipasi dari Dinas Peternakan juga sudah dilakukan beberapa minggu kemarin dengan melakukan tindakan pembasmian terhadap anjing-anjing liar, mengingat Tarano adalah daerah perbatasan dengan Kabupaten Dompu yang telah ditetapkan sebagai KLB Rabies. Harusnya Dinas Kesehatan lebih proaktif dengan menyiapkan vaksin rabies di sejumlah puskesmas terutama Puskesmas Tarano. “Ini benar-benar lalai, sekarang sudah ada dua korban lagi gigitan anjing liar, saat dibawa ke puskesmas, petugas medis setempat mengakui vaksin rabies belum ada karena belum dikirim dari Sumbawa, dengan alasan hari libur,” sesal Hasanuddin.

Jika pemerintah daerah menganggap persoalan rabies ini urgen, lanjut Hasanuddin, harusnya vaksin rabies sudah dikirim jauh-jauh hari di puskesmas. “Jangan karena persoalan kewenangan atau birokrasi berdampak terhadap terhambatnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,” tukasnya.

Ia salut dengan Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa yang sangat gencar melakukan sosialisasi dan bersama masyarakat melakukan tindakan pemusnahan terhadap anjing liar di Tarano. Namun sikap yang kontradiktif ditunjukkan Dinas Kesehatan yang terkesan tidak proaktif dan serius menyikapi persoalan tersebut. Apalagi informasi yang diterimanya selain dua korban gigitan anjing liar di Labuan Aji, ada juga korban gigitan kucing di Pidang, Tarano. “Kami minta Dinas Kesehatan proaktif dan serius memberikan perhatiannya,” pungkasnya.

Sementara Syaifullah—korban gigitan anjing gila kepada SAMAWAREA mengaku sudah ditangani Puskesmas Tarano. Namun dalam penanganan, dia dan anaknya hanya diberikan obat antibiotic. “Kami belum divaksin, kata petugas puskesmas vaksin belum dikirim dari Sumbawa,” akunya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumbawa, Surya Darmasyah yang dihubungi terpisah, mengaku sudah mendapatkan laporan terkait kasus tersebut. Saat itu juga vaksin rabies dikirim ke Puskesmas Tarano. Ia mengaku masih ada waktu dan belum terlambat untuk pemberian vaksin terhadap korban. Terkait dengan ketersediaan vaksin rabies, Darmasyah mengaku sangat terbatas dan pengadaannya dari propinsi. Sebelumnya pihaknya mengusulkan 30 vaksin ke propinsi, namun hanya diberikan 10 vaksin. Namun 10 vaksin itu sementara ini dirasakan cukup. Meski demikian pihaknya segera mengusulkan kembali pengadaan vaksin ke propinsi maupun pusat. “Besok kami laporkan kasus ini ke propinsi agar cepat direspon dengan pengiriman vaksin lebih banyak lagi guna antisipasi jika terjadi kasus serupa di kemudian hari,” demikian Darmasyah.

Seperti diberitakan, suasana tenang di kediaman Syaifullah warga Desa Labuan Aji Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa, Minggu (10/2) pagi ini seketika gaduh. Tiba-tiba seekor anjing yang diduga kuat terjangkit Rabies masuk ke rumah menyerang Syaifullah dan anaknya yang sedang tidur. Akibatnya Syaifullah mengalami luka gigitan di pergelangan tangan, sedangkan pustrinya, Desi yang masih duduk di bangku kelas 6 SD terluka di bagian jari tangannya. Syaifullah langsung membawa anaknya ke Puskesmas Tarano yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Sedangkan anjing gila tersebut mati dibantai warga. Kini kedua korban gigitan anjing gila ini masih dalam perawatan medis. (JEN/SR)

 

Lihat Juga

Wakapolda NTB Perintah Anggota Tembak Pengacau Pemilu

SUMBAWA BESAR, SR (13/4/2019) Wakapolda NTB  Brigjen Pol. Drs. H. Tajudin MH, memerintahkan seluruh anggota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *