Home / HukumKriminal / Terungkap Jasad Berkepala Hancur Adalah Direktur RSUD Taman Sari

Terungkap Jasad Berkepala Hancur Adalah Direktur RSUD Taman Sari

SUMBAWA BESAR, SR (6/2/2019)

Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan pihak RSUD Sumbawa terhadap jasad berkepala hancur yang ditemukan nelayan di Perairan Pulau Keramat, Desa Labuan Bajo, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, belum lama ini, semakin menguatkan identitasnya. Dari pemeriksaan gigi dan ciri-ciri fisik mengarah pada dr. Budi Prayudi—seorang dokter asal Jakarta. Ternyata dr Budi ini masih menjabat sebagai Direktur RSU Taman Sari Jakarta. Saat ini jasad yang siap dimasukkan dalam peti tersebut masih bersemayam di Kamar Jenazah. Rencananya Rabu (6/2) sore ini dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, untuk kepentingan tes DNA.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri yang dikonfirmasi SAMAWAREA, mengatakan, pihaknya sudah selesai melakukan visum terhadap jasad korban. Hasil pemeriksaan Dokter Spesialis Gigi, drg Endang C, gigi-gigi jasad itu mengarah pada dr Budi Prayudi. Dokter Dede juga mengakui jika dr Budi Prayudi adalah Direktur RSU Taman Sari Jakarta. Musibah yang menimpa dr Budi ini ungkap dr. Dede, berawal dari liburan keluarga ke destinasi wisata NTT. Dr Budi berangkat bersama keluarganya yakni istri dan dua orang anak serta dua orang keponakan. Namun naas perahu motor yang ditumpangi tenggelam dihantam ombak, 23 Desember 2018 lalu. Istri, anak dan keponakannya selamat, sedangkan dr Budi hilang dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Keramat Kabupaten Sumbawa, NTB. “Perwakilan keluarga, drg Romy sudah datang melihat jenazah korban. Meski dugaan kuat benar itu adalah dr Budi, tapi harus dipastikan melalui tes DNA. Sore ini jasad korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Zaky Maghfur SIK yang ditemui terpisah mengatakan kasus ini sudah ditangani Polres Manggarai Barat NTT (bukan Polres Ngada seperti yang disebutkan sebelumnya). Informasinya jasad itu akan dibawa ke Mataram untuk tes DNA. “Keluarga korban dari Jakarta sudah ada di Sumbawa, sekarang ada di RSUD Sumbawa untuk melihat jasad korban,” pungkasnya.

Seperti diberitakan beberapa media massa, dr Budi Prayudi adalah salah satu penumpang Kapal Wisata KM La Hila yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa tenggara Timur (NTT), Minggu (23 Desember 2018). Kapal Motor (KM) La Hila itu mengangkut sembilan orang tenggelam di perairan Pulau Padar, Kawasan Wisata Taman Nasional Komodo (TNK). Dari semua penumpang dua orang dinyatakan hilang salah satunya dr Budi Prayudi. (JEN/SR)

Lihat Juga

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Sambut Jenazah Praka Anumerta Sirwandi

Upacara Penerimaan Dipimpin Kasrem 162/WB LOMBOK TENGAH, SR (19/8/2019) Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *