Home / HukumKriminal / Toko Harapan Baru Dijarah Maling, Ny Lusi Tuntut Tanggung Jawab Kurator

Toko Harapan Baru Dijarah Maling, Ny Lusi Tuntut Tanggung Jawab Kurator

Kerugian Capai 3,5 Milyar, Resmi Lapor Polisi 

SUMBAWA BESAR, SR (3/2/2019)

Pemilik Ruko Harapan Baru, Ny. Lusi terpaksa menempuh upaya hukum. Pasalnya isi toko dan barang milik pribadi yang berada di dalam rumah toko yang berlokasi di Jalan Kartini Kelurahan Brang Bara ini, habis digondol maling pasca disegel Tim Kurator Surabaya beberapa bulan lalu. Selain melaporkan kejadian itu, Ny Lusi yang didampingi kuasa hukumnya, Surahman SH MH ini juga menuntut ganti rugi kepada pihak Kurator yang melakukan penyegelan tanpa disertai dengan keamanan asset yang ada di dalam Ruko.

Kepada wartawan di Polres Sumbawa, Sabtu (2/9) kemarin, Ny. Lusi mengaku ada tiga asset miliknya yang menjadi sasaran maling. Selain Harapan Baru, dua lainnya yakni Toko Sumber Teknik di depan Pasar Brang Bara serta gudang penyimpanan stok barang di KM 2 Jalan Lintas Sumbawa—Bima ikut dijarah maling. Tiga asetnya ini dalam penyegelan Kurator Surabaya.

Ia mengaku secara pasti mengetahui aksi pencurian ini ketika pertama kali membuka toko tersebut 16 Januari lalu. Seperti di Ruko Harapan Baru terlihat laci meja sudah terbuka dan uang di dalamnya raib. Di lantai II tepatnya kamar anaknya (Ita) dan kamar pribadinya habis berantakan diacak-acak maling. Barang berharga yang disimpannya seperti emas, berlian, permata, uang dollar, serta barang lainnya habis disikat. “Saat saya kembali masuk bersama kuasa hukum, Bapak Surahman SH MH, saya sangat terkejut melihat seluruh ruangan dan kamar telah berantakan diobrak abrik maling, tidak ada satupun ruangan yang tidak disasar. Bahkan isi kulkas ikut jadi sasaran. Semua pintu dalam kondisi rusak terdapat bekas cungkilan,” beber Ny Lusi, seraya menyebutkan jumlah kerugian akibat pencurian di tiga lokasi asset miliknya ini mencapai sekitar Rp 3,5 milyar.

Ia mengakui jika tanah dan bangunan Ruko itu disita Kurator karena memang menjadi agunan. Namun Kurator justru ikut menyita isi toko dan harta benda pribadinya yang tidak termasuk dalam materi sitaan. Karena itu Ny Lusi menuntut Kurator untuk bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialaminya.

Kuasa Hukum Ny Lusi, Surahman SH MH mengakui telah melaporkan kasus pencurian itu secara ke Polres Sumbawa. Laporan itu telah tercatat dengan polisi nomor : LP/63/II/2019/NTB/SPKT, tanggal 2 Februari 2019. Surahman berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti kasus ini secara professional, karena perbuatan tersebut adalah tindak pidana yang tidak boleh dilakukan pembiaran. “Kami sebaga warga negara ingin dilindungi dan diayomi serta diperlakukan secara adil,” pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Zaki Maghfur SIK membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya tidak ada alasan untuk menolak setiap laporan masyarakat. Selanjutnya laporan ini akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. (JEN/SR)

 

Lihat Juga

Gudang Mitra Tehnik Kembali Dibobol Maling  

SUMBAWA BESAR, SR (12/2/2019) Gudang Mitra Teknik milik Ny Lusi dan putrinya Ita Yuliana untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *