Home / Kesehatan / Rabies Menyerang Dompu, KSB Lakukan Langkah Antisipasi
Suhadi

Rabies Menyerang Dompu, KSB Lakukan Langkah Antisipasi

SUMBAWA BARAT, SR (25/1/2019)

Virus Rabies telah mewabah di Kabupaten Dompu. Bahkan wabah tersebut telah ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga harus segera ditangani. Pasalnya sampai saat ini tercatat ratusan orang tergigit Anjing yang diduga rabies. Mengingat Dompu berada dalam satu daratan, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bersikap waspada.

Ditemui SAMAWAREA, Kamis (24/1) Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Sumbawa Barat, Suhadi S.P,. M.Si menyebutkan dari informasi yang diperoleh korban gigitan Anjing gila di Dompu sudah mencapai 275 orang, dua di antaranya meninggal dunia. Saat ini korban gigitan telah diberikan vaksin. Sebab apabila manusia terkena gigitan Anjing rabies lebih dari 14 hari tanpa diberikan vaksin, kemungkinan besar korban meninggal dunia.

Sebenarnya penyakit Rabies di Dompu sudah ada sjak November 2018 lalu tapi belum diindetifikasi. Setelah ada yang mengerti tentang Rabies, Anjing yang menggigit korban ditangkap dan dilakukan uji laboratorium ternyata hasilnya positif Rabies. Saat itulah dilakukan penanganan khusus. Dugaan sementara, Anjing rabies ini datang dari luar Pulau Sumbawa. Sebab sebelumnya NTB dinyatakan aman dari Rabies. Menyikapi kejadian itu Gubernur telah memanggil seluruh kabupaten/kota se NTB mengadakan untuk mencari solusi terkait penyakit rabies tersebut. Dari rapat itu Gubernur menerbitkan SK yang memerintahkan dilakukan pemeriksaan dan pembatasan hewan pembawa rabies seperti, Anjing, Kucing, dan Kera. Setiap pintu masuk akan diperketat terutama dari daerah Dompu yang sudah diketahui peredarannya. “Status kita di KSB masih dalam kondisi aman dari penyakit Rabies tapi harus tetap waspada terhadap kemungkinan terburuk,” ujarnya.

Langkah antisipasi yang dilakukan ungkap Suhadi, berkoordinasi dengan Dinas Kesahatan untuk meminta penyediaan vaksin. Selain itu melakukan sosialisasi kepada pemelihara Anjing terkait kejadian tersebut agar berhati-hati. Bahkan pemilik Anjing diarahkan untuk divaksin. Mengenai tindakan eliminasi Anjing liar, pihaknya menunggu keputusan Gubernur. “Kita tidak bisa semena-mena membunuh Anjing meski liar,” pungkasnya. (HEN/SR)

Lihat Juga

Wagub dan Dirjen Kemenkes Bahas Implementasi KTR

MATARAM, SR (9/8/2019) Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd menerima kunjungan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *