Home / Pemerintahan / Asaat Abdullah: Tiga Tahun Husni-Mo, Persentase Jalan Mantap Merosot
H. Asaat Abdullah ST

Asaat Abdullah: Tiga Tahun Husni-Mo, Persentase Jalan Mantap Merosot

SUMBAWA BESAR, SR (14/1/2019)

Tiga tahun sudah HM Husni Djibril B.Sc—Drs. H. Mahmud Abdullah (Husni—Mo) memimpin Kabupaten Sumbawa. Artinya tidak lama lagi masa pemerintahan yang dimulai dari Tahun 2016 ini akan berakhir. Dalam perjalanannya, pemerintahan berlabel “Sumbawa hebat dan bermartabat” ini banyak mendapat sorotan. Terutama terkait janji-janji kampanye yang hingga kini belum tertunaikan. Salah satunya mengenai infrastruktur jalan. Kritikan ini kembali dilontarkan Ketua DPC Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Sumbawa, H. Asaat Abdullah ST.

Kepada sejumlah wartawan di kediamannya, Senin (14/1) Haji Saat—akrab pakar infrastruktur ini disapa, menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sumbawa selama kepemimpinan Husni-Mo jauh dari harapan masyarakat. Janji untuk menuntaskan jalan mantap 100 persen dalam dua tahun kepemimpinan dinilai Haji Saat, hanya pepesan kosong. Ibarat lebih indah kabar daripada rupa, dan banyak retorika. Bukannya meningkat dari kondisi jalan peninggalan pemerintahan Drs. H. Jamaluddin Malik—Drs. H. Arasy Muhkan yakni 62 persen jalan mantap, justru kian merosot. Dari pengamatannya, ungkap Haji Saat, kondisi jalan mantap saat ini menurun menjadi 60 persen bahkan kurang. Ini karena banyaknya jalan yang dulunya bagus, sekarang sudah mengalami kerusakan. Pasalnya sejak 2017 lalu, pemerintah daerah tidak mengalokasikan dana pemeliharaan jalan. Anggaran lebih diprioritaskan pada peningkatan jalan. “Janji politiknya 2 tahun 100 persen jalan mantap. Tapi sudah tahun ketiga justru persentase jalan mantap merosot menjadi 60 persen. Pemerintah daerah hanya euforia dengan peningkatan jalan terisolir tapi lupa dengan memelihara jalan-jalan yang sudah baik,” tukasnya.

Dicontohkan mantan Kadis PU Sumbawa ini, Jalan Labuan Kuris, dan Jalan Empang—Ongko sudah rusak parah. Belum termasuk jalan menuju Lantung hancur sekitar 40 persen, dan jalan menuju Tepal tidak lagi mendapat perhatian. Yang terlihat bagus hanya ke Sempe. Beberapa titik jalan ini rusak karena tidak adanya pemeliharaan. Sebenarnya program Husni—Mo untuk infrastruktur jalan dengan menembus daerah terisolir dinilai Haji Saat, sangat bagus. Namun tidak lantas mengabaikan pemeliharaan. Peningkatan dan pemeliharaan harus sama-sama berjalan dengan anggaran yang proporsional.

Selain masalah infrastruktur jalan, Haji Saat juga menyoroti pembangunan Bendungan Beringin Sila. Ia mengaku salut dengan Bupati Sumbawa yang mampu mendatangkan dana untuk mewujudkan bendungan raksasa tersebut. Membangun Bendungan Beringin Sila ini sama dengan membangun 100—200 bendung kecil di desa-desa. Sayangnya Beringin Sila hanya ada di Kecamatan Utan. Pemerintah lupa dengan rencana pembangunan Bendungan Labangka Komplek, Bendungan Penyempeng Empang dan Bendungan Kerekeh. Harusnya ada keadilan dan pemerataan. Karena itu Ia berharap masyarakat dan politisi harus bersuara dan tidak diam dengan kenyataan ini. Bukan berarti kesibukan berkampanye dan mensosialisasikan diri sebagai Caleg, menjadi lupa dengan persoalan besar yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. (SR)

Lihat Juga

Gubernur Ingatkan Pjs Sekda untuk Amanah dan Murah Senyum

MATARAM, SR (13/6/2019) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zukieflimansyah melantik H Iswandi sebagai Penjabat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *