Home / Ekonomi / LPALT Desak Pemda KSB Ambil Limbah Tambang Bantu Korban Gempa

LPALT Desak Pemda KSB Ambil Limbah Tambang Bantu Korban Gempa

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KSB

SUMBAWA BARAT, SR (9/1/2019)

Puluhan massa aksi yang tegabung dalam Lembaga Pemberdayaan Adat Lingkar Tambang (LPALT) menggelar aksi di depan Graha Fitrah, Rabu (9/1). Mereka mendesak percepatan pembangunan rumah masyarakat yang terdampak gempa. Massa diterima langsung Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST di ruangan kerjanya. Saat itu Wabup didampingi Asisten II, Kepala BPBD dan Kadis PU.

Ketua LPALT, Nisamulyadin, dalam tuntutannya mendesak pemerintah melakukan percepatan pembangunan rumah korban gempa mengingat saat ini musim penghujan. Ia menawarkan solusi di antaranya meminta pemerintah daerah dapat memanfaatkan limbah tambang (Scraf) di Batu Hijau untuk dijual lalu membiayai pembangunan rumah tersebut. “Kalau tidak bisa kita ambil emasnya dari tambang itu minimal kita mengambil limbahnya untuk masyarakat kita yang terkena musibah,” tukasnya.

Sementara itu Wabup mengapresiasi massa aksi yang tertib dalam menyampaikan aspirasi. Pemda sangat memprioritaskan penanganan korban terdampak gempa. Pihaknya tetap memberikan pelayanan maksimal. Namun diakui pelayanan yang diberikan tidak berlangsung sempurna dan masih banyak kekurangannya. Karena itu pihaknya membutuhkan masukan agar ke depan kekurangan itun dapat diperbaiki. “Saya mengajak massa aksi untuk bersama-sama mencari solusi atas permasalahan ini,” ujarnya.

Dijelaskan Wabup, sejak awal terjadinya gempa, Pemda dan jajaran bergerak cepat mengevakuasi dan melakukan pendataan. Melalui 7 kali pendataan tercatat 1.800 lebih masyarakat KSB terdampak gempa dengan kategori rusak berat, sedang dan ringan. Untuk pembangunan rumah bagi korban gempa menjadi kewenangan pemerintah pusat. Karena itu Pemda terus berupaya sehingga anggaran pusat cair meski hanya 50 persen dengan prosedur yang begitu rumit. Dalam memudahkan masyarakat mengakses anggaran ini, dibentuk Pokmas. Dengan kesigapan ini, KSB mendapat penghargaan penanganan gempa terbaik di NTB. “Alhamdulillah sekarang tahap dua sudah masuk dan sedang dilaksakan, tinggal kita usahakan pencairan dana tahap tiga ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Mengenai limbah PTAMNT sebagai tawaran dari massa aksi, Wabup mengaku prosedurnya lebih ribet. Itu menjadi kewenangan Pertambangan sudah bukan pemerintah kabupaten. “Seandainya tidak ada aturannya, saya ingin mengajak masyarakat mengambilnya bersama-sama,” pungkasnya. (HEN/SR)

Lihat Juga

Gubernur Resmikan Industri Penyulingan Cengkeh di Lobar

LOMBOK BARAT, SR (12/3/2019) Visi Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB  Dr. Hj. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *