Home / HukumKriminal / PPK, Konsultan dan Kontraktor Talud Patedong Resmi Ditahan Jaksa

PPK, Konsultan dan Kontraktor Talud Patedong Resmi Ditahan Jaksa

SUMBAWA BESAR, SR (8/1/2019)

Kejaksaan Negeri Sumbawa resmi menetapkan 4 orang tersangka kasus dugaan penyimpangan Proyek Pembangunan Talud Pengaman Pantai di Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, Selasa (8/1). Saat itu juga keempat tersangka langsung ditahan. Mereka adalah IK—Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, IS dan KW—Konsultan Pengawas, dan FK—Direktur Perusahaan Pemenang Tender. Sebelumnya mereka dipanggil sebagai saksi dan diperiksa sejak pukul 10.00 hingga 12.00 Wita. Setelah itu para tersangka ini keluar dari ruang Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) mengenakan rompi orange (tahanan) langsung masuk mobil dinas kejaksaan bernopol EA 1171 AA untuk dibawa dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Sumbawa.

Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan SH MH didampingi Kasi Pidsus Anak Agung Raka PD SH dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa penanganan kasus dugaan penyimpangan proyek pembangunan Talud di Dusun Patedong Pulau Moyo ini sudah berjalan cukup lama. Berdasarkan pemeriksaan intensif tim kejaksaan, ditemukan dua alat bukti yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi. Salah satunya dilakukan pembayaran padahal pekerjaan tidak tuntas. Kemudian bahan yang digunakan dalam pengerjaan proyek tidak sesuai spek. Karena itu terjadi kerugian Negara dalam pelaksanaannya. Hal ini berdasarkan perhitungan Tim BPKP belum lama ini. “Sudah ada perbuatan melawan dan kerugian negara menjadi dasar kami dalam menetapkan tersangka,” tandas Iwan—akrab Kajari disapa.

Penahanan penting dilakukan kejaksaan ungkap Kajari, merujuk pasal 21 KUHAP, bahwa tersangka dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan, dan menghilangkan barang bukti. Selain itu untuk memenuhi asas pelayanan yang diatur dalam KUHAP yakni memberikan pelayanan cepat, murah dan sederhana. “Kita tetapkan sebagai tersangka lalu kita tahan, dan insyaa Allah dalam waktu tidak terlalu lama, perkara ini akan kita limpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan,” ujarnya.

Mengenai adanya kemungkinan penambahan tersangka baru, Kajari mengaku tergantung dari hasil pengembangan penyidikan. Semua saksi yang pernah dimintai keterangan sebelumnya akan kembali dipanggil. “Kita lihat saja nanti,” tutupnya.

Untuk diketahui, Proyek Pembangunan Talud Pengaman Pantai di Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas diduga bermasalah. Menurut informasi, proyek ini dilaksanakan pada 2017 lalu menggunakan APBD sekitar Rp 186 juta dengan panjang Talud 112 meter. (JEN/SR)

Lihat Juga

Jaringan Distribusi Air Bersih di Kakiang Berfungsi Tergantung PDAM

SUMBAWA BESAR, SR (12/3/2019) Penyebab belum berfungsinya jaringan distribusi air bersih di Desa Kakiang Kecamatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *