Home / HukumKriminal / Dipanggil Jaksa, Pelaksana Proyek Talud Patedong Mangkir
Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan SH MH yang didampingi Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD SH

Dipanggil Jaksa, Pelaksana Proyek Talud Patedong Mangkir

SUMBAWA BESAR, SR (8/1/2019)

Sebenarnya Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa melayangkan panggilan kepada lima orang saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan Pembangunan Talud Pengaman Pantai di Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, Selasa (8/1) siang tadi. Namun dari lima orang tersebut, hanya 4 yang memenuhinya. Empat orang yang hadir adalah IK—Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, IS dan KW—Konsultan Pengawas, dan FK—Direktur Perusahaan Pemenang Tender. Semuanya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan pada hari itu juga. Sedangkan satu orang yang mangkir dari panggilan jaksa tanpa alasan yang jelas ini, adalah NS yang merupakan pelaksana proyek. Dalam melaksanakan proyek senilai Rp 186 juta itu, NS meminjam bendera perusahaan milik FR yang kini jadi tersangka.

Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan SH MH yang didampingi Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD SH kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya menegaskan akan kembali melayangkan panggilan kepada NS. Ia berharap NS kooperatif sebagaimana saksi-saksi lainnya. Jika panggilan ini kembali tidak diindahkan maka kejaksaan akan melakukan upaya paksa, menjemput saksi tersebut. Disinggung apakah NS akan bernasib sama dengan 4 rekannya yang sudah resmi jadi tersangka dan ditahan ? Kajari Iwan menyatakan tergantung dari hasil pemeriksaan nanti. Intinya NS harus hadir memenuhi panggilan penyidik untuk memastikan sejauhmana perannya dalam proyek bermasalah tersebut.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri Sumbawa resmi menetapkan 4 orang tersangka kasus dugaan penyimpangan Proyek Pembangunan Talud Pengaman Pantai di Dusun Patedong. Saat itu juga keempat tersangka langsung ditahan. Mereka adalah IK—Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, IS dan KW—Konsultan Pengawas, dan FK—Direktur Perusahaan Pemenang Tender. Sebelumnya mereka dipanggil sebagai saksi dan diperiksa sejak pukul 10.00 hingga 12.00 Wita. Setelah itu para tersangka ini keluar dari ruang Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) mengenakan rompi orange (tahanan) langsung masuk mobil dinas kejaksaan bernopol EA 1171 AA untuk dibawa dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Sumbawa. Penetapan tersangka dan penahanan ini dilakukan setelah kejaksaan menemukan dua alat bukti yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi. Salah satunya soal pembayaran hasil pengerjaan proyek padahal pekerjaan tidak tuntas. Kemudian bahan yang digunakan dalam pengerjaan proyek tidak sesuai spek. Karena itu terjadi kerugian Negara dalam pelaksanaannya. Hal ini berdasarkan perhitungan Tim BPKP belum lama ini. Proyek Pembangunan Talud Pengaman Pantai Patedong dilaksanakan pada 2017 lalu menggunakan APBD sekitar Rp 186 juta dengan panjang Talud 112 meter. (JEN/SR)

Lihat Juga

Raka Ditarik ke Kejati, Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Diisi Ginanjar

SUMBAWA BESAR, SR (10/1/2019) Penyegaran jabatan terjadi di jajaran Kejaksaan Negeri Sumbawa. Anak Agung Raka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *