Home / Ekonomi / Hutan UTS Olat Maras Bakal Kalahkan Kebun Raya Bogor

Hutan UTS Olat Maras Bakal Kalahkan Kebun Raya Bogor

SUMBAWA BESAR, SR (7/1/2019)

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarrom, M.Si mengatakan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) berpeluang besar menjadikan 510 hektar hutan hibah Kementerian Kehutanan belum lama ini, mengalahkan Kebun Raya Bogor. “Kebun Raya Bogor hanya 50 hektar, itu bisa membuat hujan setiap hari di Bogor. Sedangkan UTS punya 510, dari sisi luas lebih unggul dari Kebun Raya Bogor. Koleksi jenis pohonnya juga akan banyak dan beragam melebihi kebun raya. Sebab di UTS ini mahasiswanya berasal dari seluruh Indonesia. Jika masing-masing dari mereka membawa dua pohon tiap jenis maka koleksinya mengalahkan Kebun Raya Bogor. Nantinya UTS akan menjadi tempat kunjungan kedua setelah Kebun Raya,” ungkap Ir. Madani Mukarom pada acara Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2019 tingkat Kabupaten Sumbawa dan Hari Bakti Rimbawan tahun 2019 dengan kegiatan Penanaman Turus Jalan UTS, Minggu (6/1/2019) di Gelanggang Olahraga UTS.

Untuk mewujudkannya, ungkap Madani, tidak terlepas dari andil mahasiswa UTS yang berasal dari penjuru Indonesia. Dengan partipasi mahasiswa membawa tanaman endemik dari daerah masing-masing daerah akan menjadikan hutan UTS yang berlokasi di kawasan Olat Maras sebagai tempat penelitian terbesar selain Bogor. Visi yang harus ditanamkan sedini mungkin di kalangan mahasiswa, menurutnya, adalah membangun Kebun Raya di hutan pendidikan tersebut. “Para peneliti akan tahu, selain Kebun Raya Bogor, UTS juga punya koleksi tanaman se-Indonesia, bahkan dunia. Itu harus menjadi impian besar, luasnya berapa, lebih dari 500 hektar, kita kalahkan Kebun Raya. Jadi visinya, membangun Kebun Raya di hutan pendidikan UTS,” ujarnya.

Di samping itu, hutan sebagai media pariwisata perlu dikembangkan. Pengelolaan hutan menjadi destinasi wisata juga secara tidak langsung membantu Kadis Pariwisata dalam mempromosikan daerah setempat. Karenanya ia mengimbau kepada peserta kegiatan untuk menciptakan sesuatu yang bisa menarik minat wisatawan. “Jadi ini silahkan, di 510 hektar ini bangun sesuatu sehingga menjadi bagian destinasi wisata untuk membantu pembanguna pariwisata,” tambahnya.

Selain membahas hutan, ia juga menanamkan kesadaran kepada mahasiswa untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sesuai dengan top prioritas Gubernur NTB sampai 2023 dalam misi Zero Waste NTB, UTS diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program itu. “Saya mengirim 10 bak sampah percontohan, untuk pancingan, nanti dikembangkan oleh Pak Andy (Rektor UTS). Ada 3 warna, itu semua harus mulai diisi. Jangan sampai sambil jalan menuju tempat asrama bawa makanan plastic sampahnya dibuang sembarang. Jadi, semuanya harus di tempat-tempat tertentu,” jelasnya.

Untuk diketahui bantuan untuk hutan UTS mencapai 830 ajir dengan alternative bibit Alpukat 312 batang, Kelengkeng 288 batang, Trembesi 179 batang, Flamboyan 50 batang, Manggis 10 batang. Selain UTS, juga dilakukan penanaman di Lapangan Pacuan Kuda Penyaring sebanyak 370 ajir yang terbagi dalam 260 batang Mimba, 100 batang Trembesi, dan 50 Flamboyan. Pada kesempatan sama, juga diberikan bantuan berupa peralatan HHBK kepada kelompok tani Madu Asli Sumbawa (MAS) desa Sempe, Kec. Moyo Hulu; Bantuan kemasan pengolahan madu untuk BUMDes Desa Semamung Kecamatan Moyo Hulu dan alat pengolah dan pengupas Gadung untuk KTH Kartini Desa Batu Tering Moyo Hulu. (SR)

Lihat Juga

SiANDINI dan e-KRABAT Jadi Kado HUT Sumbawa dari Bagian Perekonomian

SUMBAWA BESAR, SR (16/1/2019) Memasuki tahun 2019, perangkat daerah diharapkan untuk terus memacu semangat dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *