Home / Pendidikan / Haul Gus Dur, Refleksi Akhir Tahun Keluarga NU dan UNU NTB

Haul Gus Dur, Refleksi Akhir Tahun Keluarga NU dan UNU NTB

MATARAM, SR (01/01/2019)

Banyak kegiatan positif digelar dalam merayakan pergantian tahun 2018. Seperti yang dilakukan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Civitas Akademika Universitas NU (UNU) NTB. Senin (31/12) siang kemarin, menggelar Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan wafatnya TGH Ahmad Taqiuddin Mansur—Ketua NU NTB. Pada kegiatan yang dipusatkan di Aula Kampus UNU NTB, Jalan Pendidikan, Kota Mataram ini, dilaksanakan doa dan zikir bersama sekaligus diskusi refleksi akhir tahun 2018. Hadir dalam kesempatan itu Sekda Provinsi NTB, H Rosiady Sayuti. Dalam sambutannya, Sekda mengatakan, Gus Dur dan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur adalah sosok ulama yang sangat menginspirasi. Tanpa disadari kehidupan berbangsa saat ini banyak diwarisi oleh zaman pemerintahan Gus Dur. Reformasi total itu dimulai pada zaman Gus Dur. TNI yang sebelumnya sangat kuat dan begitu hebat dengan dwi tunggalnya bisa diselesaikan secara damai ketika Gus Dur menjadi Presiden. Demikian dengan pembangunan, otonomi daerah, dan desentralisasi yang saat ini ada dan bisa dinikmati, semua pangkalnya ada pada zaman Gus Dur. “Gus Dur sosok jenius, pemikirannya menembus batas,” pujinya.

Sebelumnya  Rektor UNU NTB, Hj Baiq Muliana selaku tuan rumah mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk mengenang sosok Gus Dur dan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur. Pemikiran dan hal-hal baik dari dua tokoh itu diharapkan bisa menginspirasi generasi muda saat ini. Selain itu kegiatan ini juga digelar untuk memperkuat tali silaturrahim sekaligus refleksi akhir tahun bagi keluarga besar UNU NTB.

Untuk diketahui, ungkap Hj Baiq Muliana, UNU NTB yang sudah berdiri sejak 3 tahun lalu diharapkan tetap bisa berbuat dan mengabdi untuk NTB dan Indonesia serta memberikan keberkahan bagi masyarakat.

Sementara Sekretaris PBNU NTB, H Lalu Winengan mengatakan, TGH Ahmad Taqiuddin Mansurn merupakan sosok inspiratif bagi generasi muda NTB, khususnya pemuda NU. Banyak yang diajarkan tokoh tersebut sebagai ketua, orangtua, dan seorang guru.

Terkait dengan pergantian tahun, Winengan menilai momen doa dan dzikir ini merupakan kegiatan yang sangat strategis untuk merefleksi apa yang sudah terjadi pada tahun 2018 untuk menghadapi tahun 2019. Banyak bencana terjadi di Indonesia sepanjang Tahun 2018 termasuk gempa bumi Lombok-Sumbawa. “Dengan doa dan dzikir yang kita panjatkan Allah tidak lagi menurunkan bencana. Marilah kita semua menginstrospeksi diri dan memperbanyak beristigfar, serta saling mendoakan dan memaafkan,” pungkasnya. (JER/SR)

Lihat Juga

Ujian Nasional SD/MI Digelar 22—24 April 2019

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SUMBAWA SUMBAWA BESAR, SR (12/1/2019) Siswa SD/MI yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *