Home / Kesehatan / RSUD Sumbawa Kembali Diverifikasi Tim KARS

RSUD Sumbawa Kembali Diverifikasi Tim KARS

SUMBAWA BESAR, SR (14/12/2018)

Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril, B.Sc membuka secara resmi Survei Verifikasi Akreditasi Tahap I RSUD Sumbawa oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit, Rabu lalu. Bertempat di Aula RSUD Sumbawa, acara diawali dengan penayangan slide safety briefing dan turut dihadiri survier dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit, Direktur RSUD Sumbawa beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa sebagai upaya untuk secara kontinyu meningkatkan pelayanan di fasilitas kesehatan kepada masyarakat khususnya RSUD Kabupaten Sumbawa, maka perlu diambil langkah-langkah bagi peningkatan mutu dan kinerja melalui pembakuan dan pengembangan sistem manajemen mutu dan perbaikan kinerja secara komprehensif dan berkesinambungan. Pemberian pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan implikasi dari fungsi sebagai pelayan masyarakat sehingga kedudukan aparatur pemerintah dalam pelayanan umum (public services) sangat strategis karena akan menentukan sejauhmana pemerintah mampu memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat. Dalam kaitan itu, rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan perlu dinilai pihak eksternal dengan menggunakan standar baku yang telah ditetapkan guna meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan.

Sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 Tahun 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit, maka dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien secara berkesinambungan, Rumah Sakit wajib diakreditasi secara berkala paling sedikit 3 tahun sekali. Akreditasi itu sendiri merupakan pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Ini setelah dilakukan penilaian oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi, bahwa rumah sakit tersebut telah memenuhi standar akreditasi. Adapun standar akreditasi adalah pedoman yang berisi tingkat pencapaian yang harus dipenuhi oleh Rumah Sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Sedikitnya ada 323 standar yang diuraikan dalam 1.218 Elemen Penilaian (EP) yang harus dipenuhi dokumennya oleh rumah sakit.

Bupati berharap kegiatan verifikasi akreditasi tahap I berjalan baik dan lancar, serta lebih memotivasi pihak-pihak terkait, terutama seluruh jajaran RSUD Sumbawa agar terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Tim Verifikasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit, atas dukungannya dalam mendorong peningkatan mutu dan kinerja pelayanan di RSUD Sumbawa,” ucapnya.

Sementara Direktur RSUD Sumbawa dr. Dede Hasan Basri melaporkan bahwa survei akreditasi telah dilaksanakan 12—14 Desember 2017 lalu. RSUD Sumbawa telah mendapatkan sertifikat akreditasi Madya (3 bintang) dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada 6 Januari 2018. Satu tahun sejak dilakukannya survey akreditasi tersebut, tepatnya pada hari ini, 12 Desember 2018, KARS kembali melakukan verifikasi tahap I yang bertujuan untuk memverifikasi temuan dan tindak lanjut dari hasil survey akreditasi dalam bentuk Program Perbaikan Strategi (PPS). Program perbaikan strategi ini akan menjadi rekomendasi Tim Komisi Akreditasi untuk mengetahui bahwa system perbaikan mutu telah dilaksanakan RSUD Sumbawa. Akreditasi Rumah Sakit berlaku selama 3 tahun. (SR)

Lihat Juga

Bupati Perintah Kepala BPKAD Cukupi Anggaran Penanggulangan Rabies

SUMBAWA BESAR, SR (21/2/2019) “Penyakit rabies harus ditangani secara lebih massif dan sistematis, Saya berharap ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *