Home / Ekonomi / Warga Brang Bara Tolak Pengembangan Toko Utama Jaya Meubel
Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Brang Bara, Iwan Ridwan (Berpeci) bersama warganya

Warga Brang Bara Tolak Pengembangan Toko Utama Jaya Meubel

SUMBAWA BESAR, SR (22/11/2018)

Warga RT 03 RW 01 Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, menolak secara tegas rencana pemilik Toko Utama Jaya Meubel yang berlokasi di Jalan Kartini, untuk meninggikan bangunan tokonya setinggi 3 meter. Penolakan itu dilakukan karena merasa khawatir dan memunculkan rasa was-was ketika terjadi bencana gempa bumi. Selain itu keberadaan bangunan yang sudah tinggi ini menutup cahaya matahari terutama bagi rumah yang berada di belakang bangunan toko tersebut. Sikap warga ini membuat Lurah, Satpol Pol PP dan aparat kepolisian dari Pos Subsektor Kota, turun tangan untuk menangani persoalan tersebut, Kamis (22/11).

Ketua RT setempat, Iwan Ridwan yang didampingi puluhan warga mengakui protes warganya. Selama ini bangunan toko yang menjual Meubel dan peralatan eletronik tersebut sudah sangat tinggi. Inipun saat pembangunan beberapa tahun lalu bangunan toko itu sudah cukup tinggi. Namun warga memakluminya meski ada rasa was-was ketika gempa bumi beberapa waktu lalu. Tak hanya itu warganya yang tepat berada di belakang bangunan toko merasa terganggu ketika musim penghujan karena rembesan air dari atap toko jatuh di atap warga, dan air menggenangi sekelilingnya. Warga sebenarnya tidak menyangka bangunan toko seperti itu. Sebab saat meminta persetujuan warga beberapa tahun lalu sebagai syarat untuk mengajukan penerbitan IMB, hasil kesepakatan bangunan tidak bertingkat. Selain itu pemilik toko meminta ijin warga agar air pembuangan dapat melewati got yang menuju ke pemukiman. Warga setuju asalkan dibuatkan pipa aliran. Nyatanya ada pipa tapi kecil, sehingga air meluber masuk rumah warga. Setelah dikomplin, pipa kecil diganti dengan ukuran sedikit besar, namun hanya sebagian saja tidak tuntas sampai hilir got. “Banyak yang janggal, mulai dari tandatangan warga yang setuju, hingga gambar bangunan. Ini terungkap saat kami mendapatkan dokumen yang diterbitkan beberapa tahun lalu ini. Walau demikian warga tidak sampai bertindak,” kata Iwan.

Yang membuat warga bereaksi, sambung Iwan, adanya rencana pemilik toko untuk meninggikan tokonya. “Bangunan yang ada saja sudah membuat warga was-was apalagi mau ditinggikan sampai 3 meter,” tukasnya.

Untuk itu warga bersepakat menolak rencana dimaksud. Penolakan ini diputuskan melalui musyawarah. Pihak toko sempat menemuinya. Bahkan memberikannya uang yang dibungkus amplop. “Sampai sekarang saya belum buka amplop, karena saya menolak pemberian itu dan saya meminta warga untuk mengembalikannya, tapi ditolak pemilik toko. Belakangan datang pihak toko mengatakan jika uang yang ternyata sebesar Rp 500 ribu itu, untuk bantuan masjid,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Marzoan. Pemilik rumah yang tepat berada di belakang toko dengan tegas menolak rencana pembangunan toko untuk lantai berikutnya. “Satu menolak, dua tetap menolak. Kami takut dan tidak tenang. Kami trauma saat gempa kemarin,” tukasnya.

Sementara Pemilik Toko, Khairuddin didampingi anaknya Topan, menyatakan pihaknya sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Karena itu ia menyerahkan permasalahan tersebut kepada aparat pemerintah. Mengenai adanya pemberian uang kepada ketua RT, Topan mengaku itu sumbangan untuk masjid. Selain memberikan sumbangan itu, Ia menemui ketua RT untuk meminta ijin memasukkan bahan-bahan bangunan. “Kita tidak mau terjadi apa-apa, kita maunya baik-baik saja dan prosedur-prosedur saja,” katanya.

Lurah Brang Bara, Mochtar Atmaja menyatakan persoalan warga dengan pemilik toko akan dimusyawarahkan. Pihaknya akan mengundang pihak-pihak terkait Jumat (23/11) besok untuk mencari solusi agar tidak ada yang dirugikan. “Intinya kami ingin wilayah ini kondusif,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Presiden Minta Divestasi Freeport Dituntaskan Tahun ini

JAKARTA, SR (30/11/2018) Presiden Joko Widodo beserta jajaran terkait kembali melakukan pembahasan mengenai pelaksanaan divestasi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *