Home / Pendidikan / KKG di Sumbawa Jadi Basis INOVASI Lakukan PERMATA

KKG di Sumbawa Jadi Basis INOVASI Lakukan PERMATA

SUMBAWA BESAR, SR (13/11/2018)

Sumbawa terus mengembangkan, menjalankan dan menguji modul program rintisan PERMATA (Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika di Kelas Awal) melalui pelatihan berbasis gugus KKG (Kelompok Kerja Guru). Program rintisan PERMATA baru dijalankan di Kecamatan Lopok pada tahun 2018. Dengan menggunakan pendekatan solusi lokal untuk masalah lokal, program rintisan PERMATA dihajatkan untuk meningkatkan kemampuan numerasi dasar peserta didik.Sasaram program rintisan PERMATA di Kecamatan Lopok ada 8 sekolah. Yaitu SDN 1 Lopok, SDN Lopok Beru, SDN 1 Pungkit, SDN Tatede Dalam, SDN Tatede, SDN Bage Tango, SDN 2 Lopok, dan SDN 2 Pungkit. Bertempat di SDN Bage Tango, pelatihan ini diikuti 20 peserta terdiri dari guru dan kepala sekolah. “Sebenarnya ada 32 peserta, namun karena kegiatan bertepatan dengan tes CPNS maka sebagian guru berhalangan mengikuti pelatihan,” kata District Facilitator INOVASI di Sumbawa, Nurjannah.

Didampingi Fasilitator Daerah Arifuddin S.Pd, Sutarman S.Pd dan Abdul Azis S.Pd yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan dari INOVASI, Nurjannah mengatakan, semangat guru kelas dalam mengikuti setiap sesi refleksi pelatihan Sabtu 3 Nopember 2018 ini semakin bertambah. Kemampuan numerasi siswa kelas awal salah satunya ditentukan oleh kemampuan guru dalam membawakan proses pembelajaran di kelas. Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, tenaga pendidik perlu memahami betul kriteria, kemampuan, dan tantangan yang dimiliki dan dihadapi peserta belajar. “INOVASI melalui PERMATA sangat membantu kami. Sebelum ada program ini saya sudah melakukan metode pembelajaran yang inovatif terutama dalam pembelajaran matematika. Namun, dengan adanya pelatihan PERMATA yang saya ikuti dari INOVASI semakin menambah semangat saya,” ucap Amiruddin, guru kelas 1 SDN Bage Tango.

Masih menurut Amiruddin, tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika itu berbeda-beda. Oleh karena itu sambungnya, diperlukan alat peraga yang dimodifikasi sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Untuk memahami kesulitan belajar siswa, guru harus melakukan assesment baik terhadap skenario pembelajaran di kelas, proses pembelajaran itu sendiri, maupun hasil belajar siswa, untuk menentukan metode pembelajaran dan materi yang tepat sasaran.

Senada dengan itu, Sudarman Guru Kelas 3 SDN Bage Tango mengatakan pelatihan sangat menguntungkan bagi guru dalam menambah pengetahuan. Ia menyebutkan, sudah tiga kali mengikuti KKG bersama INOVASI. “Saya sudah memberikan materi kepada siswa sesuai dengan modul. Ada perubahan yang mulai terlihat pada peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika meskipunsaya menerapkannya sedikit demi sedikit agar lebih mudah diserap siswa,” sebutnya.Pelatihan numerasi tingkat Kelompok Kerja Guru di Sumbawa akan terus berlanjut dengan unit-unit lain yang ada di modul dalam rangka meningkatkan kualitas numerasi dasar di kelas awal. (SR)

Lihat Juga

Gubernur : Keluar Negeri Perjalanan Mengenal Diri Sendiri

SUMBAWA BESAR, SR (09/12/2018) Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri kegiatan Launching Samawa Cendikia Language ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *