Home / HukumKriminal / Pungut Karcis Obyek Wisata, 12 Orang di-OTT

Pungut Karcis Obyek Wisata, 12 Orang di-OTT

BALI, SR (12/11/2018)

Aparat kepolisian Polres Gianyar terus mendalami kasus pungutan karcis tak sesuai Perda yang terjadi di objek wisata Tirta Empul, Desa Adat  Manukaya Let, Tampaksiring, Gianyar, hingga berakhir dengan dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT). Sebelumnya, Tim Saber Pungli Polres Gianyar pada 6 November 2018 lalu telah menerima informasi bahwa di objek wisata Tirta Empul dilakukan pungutan karcis yang tidak sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga. “Atas dasar informasi ini, maka Satgas Satber Pungli mengadakan penyelidikan dan mengamankan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan,” ujar Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan SIK dan Kaur Penum Subbid Penmas Bid Humas Polda Bali Kompol Ismi Rahayu, ketika mengadakan Press release Mapolres Gianyar, Senin (12/11/2018).

Menurut Kapolres Gianyar, sebenarnya telah disepakati adanya kerjasama antara Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar dengan Desa Adat Manukaya Let bahwa pungutan karcis sejak pukul 07.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita, dilakukan oleh pihak petugas Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar.

Hasil pungutan sebesar 60% disetor ke kas daerah Kabupaten Gianyar dan 40% untuk Desa Adat  Manukaya Let. Namun sejak 1 Oktober 2013 sampai 6 November 2018, Desa Adat Manukaya Let berdasar perarem nomor 4 tahun 2013, telah mengambil alih pungutan karcis masuk mulai dari pukul 15.00 Wita hingga selesainya masa kunjungan. “Berdasar pemeriksaan sementara, dengan harga tiket dewasa Rp 15.000 dan tiket anak Rp 7.500, maka hasil pungutan yang didapatkan Rp 18.116.977.937. Dari jumlah ini, Desa Adat  Manukaya Let seharusnya menerima 40% yakni sebesar Rp 7.246.791.175. Dan sisanya 60% ialah Rp 10.870.186.762 harus disetor ke kas daerah Kabupaten Gianyar,” kata AKBP Priyanto.

Namun kenyataannya seluruh hasil penjualan tiket sejak 1 Oktober 2013 dimasukkan ke kas Desa Adat  Manukaya Let yang kemudian disetor ke LPD. Dan setelah dicek per tanggal 9 November 2018, saldo di LPD hanya tersisa Rp 458.572.500 dan selisihnya sebesar Rp 17.658.405.437 tidak jelas pengunaan dan pertanggungjawabannya. “Saat ini yang sudah diperiksa sebanyak 12 orang yang terdiri dari prajuru Desa Adat Manukaya Let 7 orang, petugas pungut 4 orang dan 1 pejabat dari Pemeritah Kabupaten Gianyar. “Hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Masih sebagai saksi,” kata Kapolres Gianyar seraya menjelaskan kalau perbuatan pidana yang kerugian negara miliaran rupiah ini melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18, atau pasal 3 jo pasal 18, dan atau pasal 12 huruf e Jo 18 dan atau pasal 11 jo 18 UU RI no 31 tahun 1999 Jo UU RI NO. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman 4-20 tahun penjara. Barang bukti yang disita petugas adalah uang tunai, bendel karcis pengunjung, buku pemasukan dan pengeluaran karcis masuk objek wisata Tirta Empul dan lainnya. (SR)

 

Lihat Juga

Pangdam IX/Udayana: Bakti Sosial dan Karya Bhakti Wujud Kebersamaan TNI dan Rakyat

SUMBAWA BARAT, SR (17/12/2018) Peringatan puncak Hari Juang Kartika ke 73 Tahun 2018 dilaksanakan 15 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *