Home / Pendidikan / Belum Terlayani Internet, SMP Bisa UNBK Offline  
Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Sudarli, S.Pt, M.Si

Belum Terlayani Internet, SMP Bisa UNBK Offline  

SUMBAWA BESAR, SR (13/11/2018)

Semua SMP dan SMA di Indonesia harus sudah 100 % melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Oktober lalu. Untuk jenjang SMA, sejak Tahun Pelajaran 2017/2018, semuanya sudah menerapkan ujian dengan menggunakan perangkat lunak tersebut. Sementara di tahun pelajaran yang sama, pemerintah pusat menargetkan 70% UNBK tingkat SMP. Terkait hal tersebut Kabupaten Sumbawa sudah mampu melebihi target pemerintah. Tahun Pelajaran 2017/2018, SMP yang melaksanakan UNBK mencapai 75%. Artinya, tersisa 25% sekolah yang belum melaksanakan ujian tersebut. “Kita berharap yang 25% ini dapat memenuhi permintaan pusat, agar pada ujian kali ini semuanya bisa 100% UNBK,” kata Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Sudarli, S.Pt, M.Si, Senin (12/11).

Menurut Darli–sapaan akrabnya, ada berbagai kendala mengapa masih ada sekolah di Sumbawa yang belum mampu melaksanakan UNBK. Faktor utama fasilitas internet yang belum terlayani dengan baik. Sekolah yang belum melaksanakan UNBK ini sebagian besar berada di kecamatan. Sinyal internet di wilayah mereka lemah. Bahkan ada yang tidak memiliki sinyal internet. Namun kini pemerintah telah memberikan solusi bagi sekolah tersebut. Selain diberikan kesempatan untuk menumpang di sekolah yang sudah melaksanakan UNBK agar target 100% UNBK ini tercapai, sekolah yang sinyal internetnya lemah dan tidak ada sama sekali, sekarang dapat melaksanakan UNBK dengan cara offline. “Sistem online bagi sekolah-sekolah ini hanya berlaku saat verifikasi, pengambilan token serta pengiriman jawabannya. Selebihnya dilaksanakan secara offline,” ujarnya.

Ditanya cara sekolah melaksanakan UNBK dengan sistem offline, Darli menjelaskan, bahwa CPU/server di sekolah bersangkutan dibawa ke wilayah yang memiliki sinyal internet. Setelah semua soal dan token terisi, lalu dibawa kembali ke sekolah. CPU/server ini harus sudah disetting sebelum pelaksanaan ujian, agar nantinya panitia tidak kelabakan. Dengan adanya solusi ini, ia berharap target pemerintah semua SMP dan SMA 100% UNBK dapat tercapai.

Untuk mencapai 100% SMP UNBK ini, Darli, juga berharap Kemendikbud dan Menkominfo dapat memberikan bantuan Universal Service Obligation (USO), dimana penggunaan internet dapat dilakukan langsung melalui satelit, sehingga memudahkan sekolah yang tidak bisa mencapai internet regular. “Ada 10 sekolah yang kita usulkan untuk dapat USO. Tahun ini sudah ada 2 sekolah yakni SMPN 2 Unter Iwes dan SMPN1 Moyo Utara,” bebernya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Gubernur : Keluar Negeri Perjalanan Mengenal Diri Sendiri

SUMBAWA BESAR, SR (09/12/2018) Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri kegiatan Launching Samawa Cendikia Language ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *