Home / Kesehatan / RSUD Asy-Syifa Minta Anak-anak Tidak Bermain Saat Membesuk

RSUD Asy-Syifa Minta Anak-anak Tidak Bermain Saat Membesuk

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA KABUPATEN SUMBAWA BARAT

Ganggu Ketenangan Pasien dan Berpotensi Terjangkit Penyakit

SUMBAWA BARAT, SR (09/11/2018)

Keluarga pasien, khususnya anak-anak yang datang membesuk keluarganya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy Syifa Sumbawa Barat kerap menjadi perhatian serius petugas kesehatan maupun keluarga pasien lainnya. Hal tersebut terjadi lantaran anak anak ini sering lepas control, tidak diawasi orang tuanya sehingga bermain dan rebut di rumah sakit. Ini sangat mengganggu ketenangan pasien lain.

Direktur RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat, dr Carlof Sitompul mengaku sudah banyak keluhan tentang anak-anak yang suka bermain di area rumah sakit. Mereka berlari-larian dan membuat suasana gaduh karena ribut. “Anak-anak ini sering ditegur petugas kesehatan dan security, tapi hanya berhenti sesaat, setelah itu kembali bermain lagi,” kata dr Carlof.

Menurutnya, seharusnya pengunjung anak anak tidak diperkenankan berkeliaran di areal perawatan rumah sakit. Sebab sangat berisiko tertular kuman penyakit yang berada di area setempat. Tak hanya menyoal anak anak yang bermain di areal rumah sakit, pihaknya juga membatasi jumlah pengunjung agar tidak terlalu banyak karena dapat mengganggu proses penyembuhan yang sedang berlangsung. “Dalam aturan memang tidak boleh, termasuk pengunjung. Kunjungan hanya boleh pada jam berkunjung saja, satu pasien dikunjungi 2 orang karena berpengaruh juga dengan penyembuhan pasien yang memang butuh istirahat. Namun, diketahui juga memang sudah tradisi di sini yang kadang pasien yang dibesuk oleh keluarganya beramai-ramai,”  ujar dr. Carlof.

Karenanya, lanjut dr. Carlof, dalam rapat dengan pihak managemen rumah sakit, sudah ada yang mengusulkan untuk disiapkan ruang tunggu atau tempat penitipan anak di rumah sakit. Namun usulan tersebut terkendala beban ruangan yang sudah penuh. “Jika saya diminta memilih memprioritaskan membuka jenis pelayanan yang baru atau membuka ruang tunggu, kayaknya lebih berat membuka jenis pelayanan yang baru. Kalau ruang tunggu kan untuk kenyamanan orang sehat, sedangkan jika membuka pelayanan baru kan untuk melayani yang sakit. Kecuali memang ketersediaan ruangan mencukupi, maka bisa kita fasilitasi semua,” tandas Carlof. (HEN/SR)

 

Lihat Juga

953 Warga Sumbawa Alami Gangguan Jiwa, Malas Masuk Kantor Termasuk Penderita

SUMBAWA BESAR, SR (16/11/2018) Diperkirakan 953 orang di Kabupaten Sumbawa mengalami gangguan jiwa berat. Hal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *