Home / Kesehatan / Pelayanan Berbasis Online RSUD Asy Syifa akan Disempurnakan

Pelayanan Berbasis Online RSUD Asy Syifa akan Disempurnakan

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (04/11/2018)

Sebagai bagian dari upaya memberikan kemudahan pelayanan rumah sakit kepada pasien, pihak RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat terus berupaya memberikan kemudahan pelayanan, termasuk pelayanan berbasis online. Pelayanan berbasis online memang sudah mulai sejak tahun 2017 lalu, namun masih terbatas pada pelayanan tertentu saja. “Kita sudah mulai jalan dan menggagasnya sejak tahun 2017 dengan kita menggunakan System Informasi Management Rumah Sakit (SIMRS). Kedepan semua pelayanan akan kita sempurnakan untuk semuanya berbasis online, dengan berintegrasi langsung dengan Puskesmas, dokter praktek, klinik, sehingga jika mereka mengirim pasien ke kita bisa diinput datanya secara online, begitupula sebaliknya,” kata Direktur RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat, dr. Carlof Sitompul yang diwawancarai di ruangannya, belum lama ini.

Tak hanya itu, sambung dr. Carlof, pelayanan berbasis online kedepan akan diintegrasikan juga dengan berbagai institusi seperti Dukcapil untuk pendataan secara cepat jika ada yang lahir dan meninggal, kemudian instansi Kominfo agar data rumah sakit bisa terpampang di laman resmi Kominfo, bahkan hingga institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi rumah sakit. “Prosesnya sedang berjalan. Bahkan seperti pendaftaran sebenarnya sudah bisa berbasis online, kemudian terintegrasi dengan BPJS juga sudah. Hal ini mungkin tidak terekspose, tapi masyarakat yang biasa menggunakan bisa merasa nyaman dengan antrian yang tidak terlalu lama. Sekarang cukup pasien sekali daftar, langsung terhubung ke rumah sakit dan ke BPJS sekaligus,” tambahnya.

Contoh lain pelayanan berbasis online seperti tele radiologi. Di radiologi juga mesin radiologi digital bisa langsung terkoneksi ke whatsapps dokter. Selain itu, kemudahan pelayanan berbasis online juga ditujukan dengan hanya menggunakan sidik jari. Misalnya untuk pasien UGD yang tidak memiliki identitas akan dilakukan sidik jari untuk mengetahui identitas aslinya secara utuh, seperti yang sudah ada di Dukcapil. “Kita targetkan semoga bisa kita penuhi di tahun 2019. Karena mendatangkan alat IT juga tidak mudah, ada kerumitan tersendiri. Namun, jalan itu harus kita tempuh sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan memajukan rumah sakit seperti rumah sakit yang ada di Pulau Jawa sana,” tukasnya. (HEN/SR)

Lihat Juga

Nunggak BPJS, Jaksa Tagih Perusda Sumbawa dan PT Tonggo KSB

SUMBAWA BESAR, SR (07/11/2018) BPJS Kesehatan Cabang Bima meminta bantuan hukum kepada Kejaksaan Negeri Sumbawa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *