Home / HukumKriminal / Aksi Demontrasi Aliansi Mahasiswa NTB Kisruh !

Aksi Demontrasi Aliansi Mahasiswa NTB Kisruh !

MATARAM, SR (19/10/2018)

Massa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Barat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polisi Daerah Nusa Tenggara Barat. Mereka menuntut kepolisian untuk menindak tegas pelaku serta oknum di balik penyebaran pemberitaan hoaks. Demonstrasi dimulai sejak pukul 10.00 wita dengan titik kumpul massa aksi didepan halaman Musium NTB dan melakukan long march menuju Kantor POLDA NTB, Kamis (18/10).

Massa aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Barat sekitar 50 orang yang dikoordinator oleh Kraeng Hamid yang merupakan tokoh aktivis Nusa Tenggara Barat dan dibantu dua Koordinator lapangan, Zoelpaedi Zain dan Rikardus Nompa. “Kami turun mendesak agar menindak tegas penyebar berita hoaks. Isu ini bukanlah isu lokal melainkan ini isu Nasional, sehingga kami Aliansi Mahasiswa NTB, turut mengawal tentang kasus ini. Kami meminta Kapolda NTB membantu Kapolri menuntaskan kasus ini,” tegas Zoelpaedi Presiden Mahasiswa Unizar Mataram.

Bung Rikardus yang merupakan tokoh aktivis NTB menambahkan sangat mendukung Polri menangkap dan memberantas para pelaku serta penyebar hoaks serta ujaran kebencian yang beredar di berbagai media sosial. “Saya mengajak berbagai elemen masyarakat untuk sama-sama mengawal masalah ini, biar masalah ini tidak membias begitu saja. Apabila Polri tidak mengusut tuntas masalah hoaks yang sudah membumi di tanah air kita, maka begitu banyak anggapan masyarakat, pihak kepolisian gagal total,” tegas Rikar.

Sekitar 30 menit massa aksi sudah sampai di depan Kantor Polda NTB untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait kegaduhan yang sudah lama terjadi hingga membias. Di depan pintu masuk Kantor Polda NTB massa aksi tetap semangat menyuarakan aspirasi dengan diiringi nyanyian-nyanyian semangat pergerakan yang dikomandoi kedua Korlap. Namun pihak Polda NTB tidak begitu respon begitu sehingga membuat massa aksi merasa tidak dihargai. Akhirnya massa aksi mendobrak pintu gerbang, membuat situasi semakin memanas dan saling dorong. Tapi belum satu pun pihak kepolisian yang bisa ditemui dan merespon tuntutan yang disuarakan massa aksi. Kordum, Kraeng, merasa geram dengan tindakan kepolisian. Kraeng mengambil ban dan membakar di depan pintu gerbang Kantor Polda NTB. Situasi pun semakin menegangkan antara massa aksi dengan kepolisian. Desakan ini membuat massa aksi diberikan izin untuk bertemu dengan perwakilan kepolisian NTB. Selanjutnya menandatangani kesepakatan antara massa aksi dan kepolisian untuk menuntaskan persoalan ini. Tuntutan itu di antaranya menuntut pihak Kepolisian untuk terus mengusut penyebar hoax Ratna Sarumpaet. Selain itu menangkap aktor intelektual hoaks Ratna Sarumpaet serta dalang di balik semua skenario hoaks ini, dan stop penyebaran hoaks. (SR)

Lihat Juga

Kembali Longsor Menelan Korban, 3 Tewas di Negekeo NTT

NEGEKEO NTT, SR (12/11/2018) Bencana longsor terus mengancam masyarakat seiring meningkatnya curah hujan. Pada tahun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *