Home / Ekonomi / Minat Gabung BPJS Tinggi, Kesadaran Bayar Tunggakan Rendah

Minat Gabung BPJS Tinggi, Kesadaran Bayar Tunggakan Rendah

SUMBAWA BESAR, SR (14/10/2018)

Menjadi peserta BPJS Kesehatan sudah menjadi kebutuhan. Karena itu minat masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan melalui BPJS tersebut sangat tinggi. Sebab dengan menjadi peserta BPJS, masyarakat memiliki jaminan kesehatan yang tidak terbatas dengan iuran yang murah. Setiap peserta BPJS Kesehatan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS sesuai dengan hak dan ketentuan yang berlaku. Bagi peserta BPJS yang tergolong fakir miskin dan tidak mampu akan tergolong menjadi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran), nantinya premi atau iuran akan dibayar oleh pemerintah. Di luar itu, menjadi peserta JKN melalui kelompok Mandiri dengan tingkat pelayanan Mandiri I, II dan III. Untuk wilayah kerja Kantor BPJS Cabang Bima meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, peserta BPJS Mandiri tercatat mencapai 122.167 orang. Jumlah ini menandakan bahwa animo masyarakat menjadi peserta BPJS Mandiri, sangat tinggi. Sayangnya animo ini tak berbanding lurus dari kesadaran masyarakat untuk melaksanakan kewajibannya yakni membayar iuran BPJS setiap bulannya. Karena itu jumlah peserta yang menunggak mencapai 77,10 persen atau 94.189 orang. Hal ini diungkapkan Kepala BPJS Cabang Bima, Elly Widiani pada acara Media Gathering bertajuk “Ngopi Bareng Kawan Media” di Boos Café, Sumbawa Besar, belum lama ini.

Disebutkannya, Kabupaten Bima menjadi daerah yang paling tinggi pesertase tunggakan BPJS Mandiri. Dari 40.036 peserta yang menunggak mencapai 33.389 orang atau 83,40 persen. Kemudian Kabupaten Dompu dari 15.102 peserta yang menunggak 12.422 atau 82,25%. Selanjutnya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dari 7.814 peserta yang menunggak 6.267 orang atau 80,20%. Kabupaten Sumbawa dari 41.786 peserta yang menunggak 30.071 orang atau 71,96%, dan Kota Bima 17.429 peserta yang menunggak 12.040 orang atau 69,08%.

Untuk menekan angka tunggakan ini, Elly mengaku telah melakukan berbagai upaya. Mulai dengan cara menyurati peserta, menghubungi via telepon, dan merekrut beberapa kader JKN di daerah yang paling tinggi angka tunggakannya. Biasanya cara menyurati dan menghubungi peserta via telepon belum optimal. Sebab banyak dari peserta yang pindah tempat tinggal, dan nomor telepon atau handphonenya sudah tidak aktif lagi. Karena itu Ia menghimbau masyarakat terutama yang menjadi peserta JKN (BPJS) untuk Kelompok Mandiri dapat segera membayar iurannya paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Bagi peserta yang menunggak beberapa tahun, Elly menginformasikan bahwa BPJS Kesehatan memberikan kompensasi. Peserta hanya membayar tunggakan selama 13 bulan tanpa adanya denda iuran. Kecuali ketika peserta yang menunggak itu mengakses layanan BPJS untuk kepentingan rawat inap, maka akan dikenakan denda. “Ini berlaku tahun 2018 ini saja, sebab tahun depan (2019) aturannya berubah. Peserta yang menunggak bertahun-tahun diwajibkan membayar tunggakan 25 bulan atau 2 tahun plus satu bulan berjalan. Jadi manfaatkannya kesempatan dengan segera membayar tunggakan pada tahun ini,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Program BBM 1 Harga Diluncurkan di Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (17/11/2018) “Sungguh suatu hal yang luar biasa, sembari kami sampaikan rasa syukur ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *