Home / Pemerintahan / INOVASI dan Pemkab Sumbawa Kolaborasi Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

INOVASI dan Pemkab Sumbawa Kolaborasi Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

SUMBAWA BESAR, SR (10/10/2018)

INOVASI menggelar Pertemuan Teknis dan Penyusunan Perencanaan Kegiatan Tingkat Kabupaten belum lama ini. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Bupati Sumbawa itu dilanjutkan dengan Rapat Tim Pengarah (Steering Committee) Program INOVASI.

Dihadiri Bupati Sumbawa yang diwakili Dr. Muhammad Iksan, M.Pd selaku Asisten I, Kepala Bappeda Ir. H. Iskandar D., M. Ec. Dev, perwakilan anggota DPRD Komisi IV Kabupaten Sumbawa Bidang Pendidikan, pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, perwakilan kepala sekolah dan guru dari sejumlah sekolah dampingan program INOVASI.

INOVASI telah menyelenggarakan berbagai program rintisan seperti Guru BAIK (Belajar – Aspiratif – Inklusif – Kontekstual), PERMATA (Program Rintisan Numerasi Dasar di Kelas Awal), dan Gema Literasi yang diimplementasikan oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik – Partner of Save The Children. INOVASI juga merekrut para Fasilitator Daerah (Fasda) untuk menyukseskan program INOVASI. Dalam diskusi yang berlangsung di hari pertama dimana para peserta dibagi dalam dua kelompok yang membahas masalah mengenai dampak gempa terhadap proses pembelajaran dan optimalisasi program INOVASI. Dalam diskusi yang berlangsung dari kelompok pertama muncul isu mengenai kondisi proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang terhambat akibat kondisi tenda yang tidak mendukung dan kondisi siswa, guru, kepala sekolah, orangtua siswa akibat gempa. Dari kelompok dua, muncul isu akan sulitnya replikasi program INOVASI, jangkauan program INOVASI yang masih terbatas, sulitnya pengimbasan pelatihan karena belum dilibatkannya secara maksimal peranan kepala sekolah, ketidakseimbangan peran antara guru senior dengan junior, dan kurang optimalnya peranan Fasda.

Dalam kesempatan ini, solusi yang dilontarkan para peserta terkait dengan isu yang dimunculkan adalah perlunya regulasi untuk penguatan gugus, optimalisasi sumber pendanaan dari APBD, swadaya masyarakat dan dukungan pihak swasta (CSR) dalam mendukung peningkatan kualitas literasi dengan pengadaan bahan bacaan, dan perlunya prosedur dari masing-masing pemangku kepentingan dalam penyebarluasan program INOVASI.

Lebih jauh dijelaskan, Sumbawa sebagai salah satu daerah terdampak gempa tentu tidak ingin larut dalam keterpurukan. Program pemulihan yang dibahas mencakup membuat ruang kelas dari bahan bambu, mengintegrasikan materi/konten dengan situasi bencana (materi mitigasi dan simulasi evakuasi), pendampingan guru dan siswa secara intensif menggunakan metode PDIA (Problem Driven Iterative Adaptation) yaitu pencarian solusi lokal untuk masalah lokal, psikoedukasi, dan pelibatan orangtua merupakan solusi-solusi yang ditawarkan oleh peserta dari kelompok pertama. Program rekonstruksi dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Sekolah dengan kondisi sedang ringan sejumlah 113 sekolah sudah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan Kemendikbud melalui BANTAH (Bantuan Pemerintah) TAKOLA (web yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan

sekolah). Sekolah yang tidak tertangani oleh BANTAH TAKOLA diusulkan untuk mendapat dukungan dari APBDP (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan). Dalam kegiatan Rapat Tim Pengarah, disampaikan beberapa hal terkait penanganan dampak gempa terutama untuk sekolah dampingan INOVASI khususnya di Alas yaitu perlunya kegiatan pemulihan kecemasan siswa dan guru. Terkait pengimbasan program INOVASI, akan dilakukan dengan menyasar 60 gugus yang akan dilakukan

secara bertahap. Kesimpulan terakhir dari rapat ini adalah perlunya regulasi (Peraturan Bupati) terkait pengangkatan dan penguatan kepala sekolah, penguatan pengawas dan penempatan /mutasi guru.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Asisten I mengapresiasi INOVASI dalam upayanya meningkatkan literasi dan numerasi di daerah Sumbawa. “Kepada Tim INOVASI saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Saya juga meminta kepada Pembina dan Tim Teknis Steering Committee untuk memanfaatkan momen ini untuk mendiskusikan terkait masalah dan solusi peningkatan hasil belajar siswa di masa mendatang”. APBD untuk pendidikan dicanangkan akan dinaikkan tahun depan yang mendukung peningkatan kualitas literasi dan numerasi siswa Sumbawa,” pungkasnya.

Tentang INOVASI

INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) adalah program kemitraan pendidikan Pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan untuk menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa – khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi, baik itu di kelas maupun di sekolah. Bekerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, INOVASI menjalin

kemitraan dengan 12 kabupaten yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur. Program pendidikan senilai AUD$ 49 juta ini, berjalan sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 dan dikelola oleh Palladium atas nama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. (SR)

Lihat Juga

Presiden Ajak Para Santri Pelihara Kerukunan dan Persatuan

JAWA TENGAH, SR (20/10/2018) Sebagai sebuah bangsa, Indonesia dianugerahi Allah beragam perbedaan, mulai dari perbedaan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *