Home / HukumKriminal / Pengamanan di Bali Diperketat

Pengamanan di Bali Diperketat

AMLAPURA, SR (08/10/2018)

Penjagaan di salah satu pintu masuk Bali mulai diperketat. Ini juga terjadi di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, menjelang perhelatan Annual Meeting Word Bank dan IMF di Nusa Dua, Badung. Aparat memeriksa semua penumpang dan barang bawaan mereka. Pemeriksaan itu membuahkan hasil polisi menemukan sebilah parang yang didapat dari sopir truk. Senjata tajam itu pun telah diamankan petugas. Ini dilakukan menyangkut keamanan Bali yang menjadi tuan rumah even internasional Annual Meeting Word Bank yang digelar 8-14 Oktober mendatang.

Pengamanan hari Minggu (7/10) sangat ketat. Polres Karangasem menerjunkan puluhan personelnya, untuk melakukan penjagaan dan pemeriksaan di pos pemeriksaan Padangbai. Dua perwira di Polsek Padangbai, yakni Kasat Pol Air AKP Made Wartama dan Pawas AKP Wayan Wardana pun ikut terjun. “Ya ada penambahan  penjagaan dan juga pemeriksaan,” ujar Wardana yang juga Pawas Polsek Padangbai.

Untuk penjagaan tersebut, melibatkan masing masing 48 personel untuk siang dan malam hari. Penjagaan dilakukan tim gabungan dari Polres Karangasem dan Polsek Padangbai. Semua barang bawaan penumpang diperiksa dan digeledah dengan ketat. Alat metal detector dan alat sensor lainnya pun digunakan untuk memantau bahan peledak. Tidak satupun yang lolos dari pemeriksaan. KTP dan juga surat lainya pun juga diperiksa. Kendaraan pun diperiksa dengan seksama jok dan bagasi juga diperiksa. Barang diangkut truk juga tidak luput dari pengeledahan. Dan ini diberlakukan sama baik Kendaraan pribadi dan sepeda motor. Saat pengeledahan polisi berhasil mengamankan sebuah parang di jok tempat duduk sopir. Parang besar ini didapatkan dari truk F 8419 SK, yang dikemudikan Imam Wahyudi, asal Kota Bima, NTB.

Sopir dan rekannya Amrrullah Ilyas asal Jakarta, akhirnya harus berurusan dengan polisi. Mereka dibawa ke Mapolsek Padangbai dan diinterogasi sebelum dilepas. Namun polisi menyita parang yang dibawanya. Dari pemeriksaan Wahyudi mengakui bahwa parang itu miliknya yang dibawa untuk membersihkan kayu di gunung. Tetapi ia lupa menaruh di rumah, sehingga masih tersimpan di bawah jok. “Benar parang dipakai cari kayu di gunung. Kami mengamankan Keduanya, sekarang diserahkan ke Polsek Padang Bai,” ujar AKP Made Wartama. (SR)

Lihat Juga

Lahan Statusquo Digarap, Ratusan Massa LAR Plampang Gelar Aksi Demo

SUMBAWA BESAR, SR (10/10/2018) Sengketa lahan Ai Ampuk Kecamatan Plampang antara pengelola LAR (padang penggembalaan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *