Home / HukumKriminal / Ponpes Dea Malela Sabet Juara Umum Marching Band Adhyaksa Cup 2018

Ponpes Dea Malela Sabet Juara Umum Marching Band Adhyaksa Cup 2018

SUMBAWA BESAR, SR (12/08/2018)

Meski pendatang baru, Pondok Modern Internasional (PMI) Dea Malela berhasil keluar sebagai juara umum Lomba Marching Band Adhyaksa Cup II yang berakhir, Minggu (12/8) siang. Sejak pertama tampil dengan atribut dan kostum santri berpadu pakaian adat Sumbawa, Marching Band Ponpes yang didirikan Prof. Dr. Din Syamsuddin sudah diperkirakan akan meraih juara. Bayangkan kekompakan, kerapian dan irama yang terdengar apik, membuat penonton kagum dan terkesima.

Pada event yang digelar Kejaksaan Negeri Sumbawa sejak 10 Agustus lalu dalam rangka memeriahkan HUT Adhiyaksa dan HUT Kemerdekaan RI ke-73 ini, Ponpes Dea Malela bergabung di kategori SMA/Umum. Juara kedua setelah Dea Malela adalah Pemda KSB dan ketiga diraih SMAN 1 Taliwang. Sedangkan kategori SD, juara pertama diraih SDN 2 Sumbawa disusul SDN 5 Taliwang juara kedua dan SDN 7 Woja Dompu posisi ketiga. Sementara Kategori SMP, juara pertama diraih MTsN Taliwang, kedua SMPN 1 Sumbawa dan juara ketiga diraih SMPN 2 Sumbawa.

Hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus penutupan ini, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Pimpinan DPRD Sumbawa Kamaluddin ST M.Si, Ketua Komisi I DPRD, Syamsul Fikri S.Ag M.Si, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumbawa, Ir. H Junaidi M.Si dan Kepala Bank NTB Cabang Sumbawa, Abdul Hafith.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Paryono SH menyampaikan, dipilihnya Lomba Marching Band dalam rangka memeriahkan HBA ke 58 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 ini, untuk menumbuhkan sikap disiplin, percaya diri serta kerjasama tim. Sehingga para peserta dan panitia sama-sama dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini. ”Ini sudah kita buktikan tim yang terbagus, yang terdisiplin, yang punya percaya diri dan bisa menjadi juara umum. Hari ini juara umumnya dari Pondok Pesantren Modern Dea Malela, karena dia mendapat juara satu di tingkat SMA dan Umum,” cetus Kajari.

Untuk diketahui, Lomba Marching Band ini diikuti 27 tim dari tiga kabupaten yaitu Sumbawa, KSB dan Dompu. Awalnya, diharapkan dapat diikuti seluruh Kabupaten/Kota se-NTB. Namun karena ada bencana alam yang menimpa Pulau Lombok maka peserta yang ikut, berkurang. Ia berharap pada HBA Tahun 2019 mendatang, peserta yang ikut lebih banyak lagi. Selain itu penyelenggaraannya semakin baik. (JEN/SR)

Lihat Juga

Presiden Jokowi Bertukar Pandangan di Ponpes Girikesumo

JAWA TENGAH, SR (20/10/2018) Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Semarang, Jawa Tengah, menyempatkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *