Home / MATARAM / Aksi Bakar 1000 Lilin, Mahasiswa Dukung Gempa Lombok Bencana Nasional

Aksi Bakar 1000 Lilin, Mahasiswa Dukung Gempa Lombok Bencana Nasional

JAKARTA, SR (12/08/2018)

Puluhan aktivis mahasiswa se-Jabodetabek yang tergabung dalam Satuan Aksi Aktivis Nusa Tenggara Barat (SAKTI-NTB) menggelar aksi solidaritas bakar 1000 lilin di Bundaran Hotel Indonesia, Kamis (9/8) malam lalu. Aksi bertema “Nyala untuk Lombok” ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap gempa bumi beruntun yang meluluhlantakan Pulau Lombok. Selain membakar 1000 lilin, para aktivis ini melakukan doa bersama serta menyampaikan harapan kepada pemerintah agar memberikan perhatian khusus terhadap korban bencana tersebut. “Aksi bakar 1000 lilin dan do’a bersama ini yang juga dihadiri oleh tokoh muda Lombok Bang Karman adalah bagian dari ekspresi duka terhadap korban bencana gempa bumi di Lombok, dan aksi ini pun melibatkan OKP, Ormas, Orda aktivis dan mahasiswa Sejabodetabek,” ungkap Presidium 1 SAKTI-NTB, Mubaddin Sahlan, Minggu (12/8).

SAKTI NTB memandang gempa Lombok adalah bencana nasional karena menelan korban jiwa yang cukup banyak. Ribuan rumah hancur, aktivitas pemerintah lumpuh, dan akses jalan banyak yang terputus. “Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh OKP, Ormas, Orda, mahasiswa dan aktivis Sejabodetabek yang sempat hadir untuk memberikan dukungan kepada korban bencana Lombok melalui aksi bakar 1000 lilin ini,” ucapnya.

Sementara itu tokoh muda Lombok, Karman mengaku terharu dan menyampaikan terimakasih kepada peserta aksi. “Saya, atas nama warga Lombok khususnya yang terkena bencana menyampaikan terima kasih atas aksi solidaritas teman teman mahasiswa dari Bima, Medan, Ambon, HMI maupun Himmah. Aksi solidaritas ini menjadi penyemangat bagi kami di Lombok untuk optimis menatap masa depan pasca bencana,” cetus Karman.

Di bagian lain Karman sepakat gempa bumi Lombok dijadikan bencana nasional. Status ini sangat penting agar penanganan korban bencana lebih efektif. Apalagi mengingat intensistas gempa sampai saat ini belum surut. Bahkan tercatat sampai ratusan kali gempa susulan. Apalagi informasi adanya gempa susulan yang beseliweran membuat warga tambah was was. “Untuk itulah status bencana nasional penting untuk penanganan yang lebih maksimal.” Tukas  Karman. (SR)

Lihat Juga

Presiden Jokowi Bertukar Pandangan di Ponpes Girikesumo

JAWA TENGAH, SR (20/10/2018) Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Semarang, Jawa Tengah, menyempatkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *