Home / Ekonomi / Dilaunching Wabup, Akselerator Bisnis OMT-UTS Satu-satunya di Indonesia

Dilaunching Wabup, Akselerator Bisnis OMT-UTS Satu-satunya di Indonesia

SUMBAWA BESAR, SR (09/08/2018)

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah membuka Soft Launching Akselerator Bisnis dan Expo Produk Tau Samawa. Selain itu kegiatan yang dilaksanakan di Gedung UPT Tenun dan Batik, Senin (8/8) pagi tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama PKS antara Bappeda, Diskoperindag, dan PT OMT-Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mengenai pengembangan Akselerator Bisnis UMKM dan Koperasi Kabupaten Sumbawa dengan tema “Kaleng Desa Tawa Desa”. Hadir mendampingi Wakil Bupati di antaranya Rektor UTS Dr. Andi Tirta M.Sc, Kepala Bappeda Sumbawa Ir. H. Iskandar M.Ec. Dev, Kadis KUKM Indag Drs. H Arif M.Si, dan Pimca BRI Sumbawa Raden Pandu Sumawijaya.

Dalam sambutannya, Wabup H. Mahmud Abdullah mendukung dan menyambut baik keberadaan akselerator bisnis tersebut. Dukungannya dinyatakan langsung dengan mengimbau kepada dinas terkait untuk memudahkan pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap 20.587 UMKM yang terdata tahun 2017 di Kabupaten Sumbawa. Bahkan Wabup menyatakan agar biaysa proses pembuatan sertifikat P-IRT yang masih dikenakan tarif ini ditanggung dinas terkait. “Untuk mengurusnya gratis tanpa biaya. Semua dipersilakan. Nah, itulah kesempatan, makanya saya minta Kepala Diskoperindag tolong ini. Bagaimana supaya hasil UMKM ini punya HAKI sehingga ke depan kita punya hak. Kita punya label. Inilah yang kita inginkan,” tegasnya.

Wabup mengaku mendapat laporan untuk membuat P-IRT itu masih keluar dana UMKM. Ia pun menyesalkannya dan meminta dinas terkait yang menanggung biaya tersebut. “Jangan bebankan ini kepada UMKM. Mereka belum apa-apa sudah kita bebani dengan laporan dan segala macam,” tambahnya.

Ia bersyukur akademisi dan pelaku bisnis memiliki keinginan yang sama untuk mengembangkan Sumbawa. Akselerator Bisnis yang dirintis ini merupakan yang pertama di Provinsi NTB bahkan Indonesia. Konsep Akselerator Bisnis tersebut sedang menjadi trend di negara-negara maju seperti Swedia, tempat beberapa dosen muda Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sedang melanjutkan pendidikan pascasarjananya. Model Akselerator Bisnis tersebut telah dipelajari, dipadukan dengan pengalaman empiris di lapangan, dan diformulasikan menjadi program ayau kegiatan pemerintah daerah melalui Bappeda dan Dinas Koperindag. Inilah contoh nyata dari kolaborasi strategis unsur A-B-G (Akademisi-Kalangan Bisnis dan Goverment atau Pemerintah Daerah) dalam pelaksanaan pembangunan Daerah. “Kami merasa bangga dan kami minta UTS untuk terus mendukung perkembangan dan memberikan pendampingan terhadap kelanjutan UMKMK di Kabupaten Sumbawa. “Saya mengucapkan terima kasih kepada UMKM, UTS, dan semua kita. InsyaAllah dengan niat yang tulus dan kerja keras dari kita semuanya pasti akan tercapai. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirahim dan mengharap ridho Allah SWT Soft Launching Akselerator Bisnis dan Expo Produk Tau Samawa dengan resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya dilanjutkan dengan pemotongan pita.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kegiatan, Jhaihan Farah Nabila melaporkan bahwa akselerator bisnis sebagai wadah usaha kecil, mikro, dan menengah dalam mengembangkan produk mulai dari kemasan, metode pemasaran, dan lainnya. Tujuannya, menjadikan Sumbawa sebagai kabupaten mandiri ekonomi tahun 2020 yang akan diwujudkan melalui pengembangan bisnis mikro atau bisnis kecil dengan membangun spirit lokal dan memberdayakan anak muda Samawa.

Kegiatan yang merupakan tindaklanjut MoU antara UTS dan Bupati Sumbawa sambung Jhaihan, saat ini sudah membantu 27 pelaku industri rumah tangga. Selain itu, dilakukan inovasi kemasan pada 20 produk BUMDes yang menjadi komunitas binaan, dan menghasilkan 10 produk lokal inovasi anak muda Sumbawa yang berasal dari Desa Lantung dan Empang. “Sebenarnya ini gerakan-gerakan dari komunitas O-Samawa yang ingin mengembangkan bisnis. Kita ingin melihat Sumbawa mandiri ekonomi dari pengembangan bisnis kecil. Kemudian ini direspon sangat cepat oleh pihak Diskoperindag, Bappeda, dan pelaku bisnis itu sendiri. Ke depannya saya berharap ini menjadi momentum di mana Sumbawa bisa mandiri ekonomi pada tahun 2020 dengan adanya kolaborasi antara akademisi, bisnis komunitas, dan pemerintah,” pungkasnya. (SR)

Lihat Juga

Wagub NTB Sambut Baik Kerjasama Pendidikan Dengan China

MATARAM, SR (22/10/2018) Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyambut ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *