Home / HukumKriminal / Jenguk Guntur di Lapas, Guruh Ditangkap Bawa 17 Gram Shabu

Jenguk Guntur di Lapas, Guruh Ditangkap Bawa 17 Gram Shabu

SUMBAWA BESAR, SR (16/07/2018)

Guruh harus mengikuti jejak kakaknya, Guntur mendekam di balik jeruji besi setelah ditangkap karena membawa narkoba jenis shabu. Pemuda yang tinggal di Jalan Osapsio Kelurahan Seketeng, Sumbawa ini, ditangkap saat menjenguk kakaknya tersebut di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sumbawa, Senin (16/7) siang pukul 11.30 Wita. Selain Guruh, dua rekannya yakni IM (23) warga Lenangguar, dan RIV (21) warga Kelurahan Seketeng, juga ikut ditangkap. Dari tangannya diamankan barang bukti 4 poket besar shabu seberat 17,33 gram.

Kasat Reserse Narkoba Polres Sumbawa, IPTU Mulyadi SH yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Senin (16/7) menuturkan, sebelum tertangkap, Guruh dan dua rekannya, IM dan RIV datang menjenguk Guntur—kakaknya yang menjadi narapidana di Lapas Sumbawa. Kehadiran ketiganya membuat petugas Lapas curiga sehingga dilakukan penggeledahan. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan 4 poket besar narkotika jenis shabu dibungkus plastik obat warna bening lalu dibalut tisu dan dibungkus lakban.

Barang haram itu ditemukan di dalam sandal jepit merk Kickers milik Guruh. Petugas Lapas berkoordinasi dengan Satres Narkoba Polres Sumbawa yang kemudian melakukan interogasi. Dari hasil interogasi, shabu tersebut sengaja diselundupkan Guruh untuk kakaknya, Guntur yang sedang menjalani hukuman kasus narkotika. Guruh juga mengaku mendapatkan shabu itu dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya di wilayah Kota Sumbawa. Selain Guruh dan dua rekannya, Guntur juga ikut ditangkap. Keempatnya langsung digelandang ke RSUD Sumbawa untuk dites urine. Hasilnya, keempat terduga pelaku ini positif mengkonsumsi amphetamine. Guna pengembangan, keempatnya dilakukan penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat pasal 112 ayat 2 jo pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5-20 tahun penjara atau seumur hidup. (JEN/SR)

 

Lihat Juga

Sebentar Lagi BPKP Rilis Kerugian Negara Kasus Patedong

SUMBAWA BESAR, SR (27/11/2018) Kejaksaan Negeri Sumbawa tinggal menunggu hasil perhitungan BPKP terhadap besarnya kerugian ...

One comment

  1. Diah satriyanti

    Kalo kasus kriminal berita pelakunya kbnyakan pake inisial nama atau nama samaran deh
    Ini ko sebut nama?? Biar apa?? Biar semua orang tau ada guntur sama guruh ya??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *