Home / HukumKriminal / Pungli, Oknum Penjaga Pasar Kebon Roek Ampenan di-OTT

Pungli, Oknum Penjaga Pasar Kebon Roek Ampenan di-OTT

MATARAM, SR (28/05/2018)

Tim Resmob 701 Reskrim Polres Mataram bersama Unit Tipikor melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap SD (55 thn) Penjaga Pasar Kebon Roek, Ampenan Kota Mataram, Sabtu (26/5). Dalam penangkapan itu, tim menyita uang tunai sebesar Rp 640.500 yang terdiri dari pecahan Rp 500 hingga 100.000.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK yang dihubungi Minggu (27/5) mengakui hal itu. Berawal dari adanya keluhan dan laporan masyarakat tentang adanya pungutan biaya keamanan terhadap para pedagang di Pasar Kebon Roek. Pungutan itu sangat membebani pedagang setempat. Selanjutnya Tim Resmob 701 bersama Unit Tipikor melakukan penyelidikan dengan cara menyanggongi dan mengawasi gerak-gerik pelaku di areal Pasar Kebon Roek. Sekitar pukul 07.20 Wita, pelaku yang sedang menerima uang dari salah satu pedagang langsung ditangkap tanpa perlawanan. Polisi menyita uang hasil pungutan  yang tersimpan di dalam tas pinggang. “Modusnya, pelaku setiap hari berkeliling di areal Pasar Kebon Roek kemudian melakukan pungutan uang kepada para pedagang dengan alasan biaya keamanan, tanpa didasari dengan peraturan perundang-undangan. Ini masuk dalam kategori pungutan liar,” kata perwira dengan dua melati di pundak ini.

Barang bukti Pungli

Dalam pemeriksaan, ungkap Kapolres, pelaku mengaku setiap hari telah melakukan pungutan terhadap para pedagang di Pasar Kebon Roek yang dimulai dari pukul 06.00 sampai 09.00 Wita dengan besaran Rp 1.000–3.000 per pedagang. Dalam sehari pelaku mendapat uang pungutan berkisar Rp 500.000–700.000. Selanjutnya uang hasil pungutan tersebut dibagi-bagi kepada 12 orang rekannya yang juga sebagai penjaga keamanan pasar. “Saat ini pelaku dan barang bukti berada di Unit Tipikor untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku akan dijerat Pasal 12 Huruf E Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” demikian mantan Kapolres Sumbawa ini. (JEN/SR)

Lihat Juga

Polres Back-up Polsek Percepat Ungkap Pembakaran Kantor Desa Simu

SUMBAWA BESAR, SR (14/12/2018) Tim Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa turun tangan memback-up jajaran ...

One comment

  1. Tolong ditindak lanjuti juga masalah retribusi pasar
    Pemerintah mengeluarkan karcis resmi yang dirubah nominalnya yang dr 3000 menjadi 5000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *