Home / Kesehatan / SHC, Akper Samawa, dan PPNI Sukses Gelar Seminar Keperawatan

SHC, Akper Samawa, dan PPNI Sukses Gelar Seminar Keperawatan

SUMBAWA BARAT, SR (16/05/2018)

Sumbawa Health Centre (SHC) yang berada di bawah naungan Akademi Keperawatan (Akper) Samawa bekerjasama dengan DPD PPNI Kabupaten Sumbawa, menggelar Seminar Keperawatan, belum lama ini. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Serbaguna Akademi Keperawatan Samawa bertema “Update Terkini Pencegahan dan Penatalaksanaan Stunting dan Wasting pada Balita”. Seminar ini diikuti 70 peserta berasal dari perawat rumah sakit, puskesmas dan pelayanan kesehatan lain di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, serta mahasiswa keperawatan.

Direktur Akademi Keperawatan Samawa, Dr. H. Umar Hasany, M.Si saat membuka kegiatan itu menyatakan bahwa sunting dan wasting sangat penting untuk diatasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu peran penting perawat dan peran PPNI dibutuhkan untuk mendorong perawat meningkatkan pengetahuan mereka melalui seminar-seminar.

Sementara Ketua DPD PPNI Kabupaten Sumbawa Ns., Hermansyah, S.Kep., M.Ph. mengungkapkan masih tingginya angka stunting dan wasting di Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Barat menuntut perhatian penting dari seluruh komponen yang terlibat dalam penanganannya, salah satunya perawat. Ia memberikan dukungan penuh pelaksanaan seminar bertema stunting dan wasting untuk memberikan pengetahuan bagi audience.

Topik seminar ini disampaikan oleh pembicara dari Rumah Sakit Umum Daerah Sumbawa dan Akademi Keperawatan Samawa. Sesi I diisi dr. Diani Dinarsyanti, Sp. A. M. Biomed, Spesialis Anak RSUD Sumbawa dengan tema “Penatalaksanaan Stunting dan Wasting pada Balita”. Dalam paparannya, stunting dan wasting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi yang berlangsung kronis dan perlu ditangani segera. Stunting dan wasting yang terdeteksi pada balita usia kurang dari dua tahun lebih mudah ditangani daripada balita usia lebih dari dua tahun. Stunting dan wasting yang tidak ditangani akan mempengaruhi tumbuh kembang balita.

Pembicara kedua Ns. Yasinta Aloysia Daro, S. Kep., M.Kep. Dosen Akademi Keperawatan Samawa dengan tema “Pencegahan dan Perawatan Stunting dan Wasting pada Balita”. Menurutnya, pencegahan penting dilakukan sejak dimulai dari janin hingga lahir. Pencegahan meliputi pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui untuk membantu perkambangan janin sehat; pemberian makan bayi dimulai IMD, ASI ekslusif hingga makanan pendamping ASI, pemantauan tumbuh kembang balita hingga mendukung akses keluarga terhadap air bersih dan lingkungan sehat. Lingkungan yang sehat mencegah terjadi infeksi yang dapat menimbulkan gangguan gizi balita.

Pembicara terakhir Ns. Alfia Safitri, S. Kep., M.Kep, Dosen Akademi Keperawatan Samawa dengan tema “Asuhan Keperawatan Stunting dan Wasting pada Balita”. Dijelaskan, asuhan keperawatan sangat penting diberikan dimulai dari kemampuan perawat melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, merencanakan intervensi, implementasi yang tepat dan evaluasi yang berkesinambungan. Perawat penting melibatkan peran keluarga dalam pemberian asuhan (Family Centre Care) karena keluarga merupakan lini pertama dalam proses tumbuh kembang balita.

Setelah diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab. Peserta cukup antusias mengikutinya. Acara selanjutnya pemberian doorprize dan penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara seminar oleh ketua panitia seminar, Ns. Evie Sulahyuningsih, S.Kep. (SR)

Lihat Juga

Wagub NTB Hadiri Peluncuran Proyek Pendidikan Berkelanjutan

MATARAM, SR (16/10/2018) Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menghadiri acara ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *