Home / Olahraga / Seleksi O2SN Ricuh, Wasit INKAI Nyaris Adu Jotos

Seleksi O2SN Ricuh, Wasit INKAI Nyaris Adu Jotos

SUMBAWA BARAT, SR (12/05/2018)

Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Cabang Olahraga (Cabor) INKAI tingkat Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Sumbawa Barat Sabtu (12/5) diwarnai kericuhan. Pasalnya wasit yang memimpin pertandingan yang berlangsung di Aula Terminal Tana Mira Taliwang, nyaris adu jotos dengan wasit lainnya di hadapan peserta dan penonton. Pemandangan tak mendidik itu membuat orang tua peserta kecewa berat. “Kita datang jauh-jauh ke sini untuk menyaksikan anak kita bertanding secara sehat dan teratur namun apa yang ditunjukan para wasit di hadapan kami, malah kita dipertontonkan hal–hal yang tidak mendidik. Kok bisa wasit itu mencekik leher wasit lainnya, ketika protes atas dugaan kesalahan yang dilakukan oleh wasit yang memimpin pertandingan INKAI putra,” sesal Nanang.

Untuk itu, Nanang meminta dinas terkait dan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk dapat menyeleksi peserta berbagai Cabor 02SN ini secara professional dan proporsional agar uang daerah yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan ini tidak sia-sia. “Kalau seperti ini, wasit sendiri protes dilawan oleh wasit lainnya dengan kekerasan, ini sangat tidak mendidik dan terkesan tidak professional, kami menilai lebih mengutamakan kepentingan kelompok daripada kepentingan umum,” tukas Nanang.

Sementara itu, Simpe Hendri Marantika yang dimintai tanggapannya atas protes yang dilakukannya tersebut, menyatakan bahwa dalam aturan komite Inkai, leher adalah termasuk bagian yang tidak diperbolehkan untuk dipukul atau diserang. Tapi yang membuat dirinya kecewa, leher anak asuhnya menjadi sasaran. Bukannnya lawan mendapat peringatan malah dihadiahi nilai atas pukulan tersebut. “Ïnilah yang saya sangat tidak setuju, dan saya tidak melihat menang kalahnya dalam pertandingan namun sikap kita selaku wasit harus professional. Jangan melihat yang bertanding itu siapa lawan siapa,” sesalnya.

Kesalahan terhadap sejumlah kebijakan dalam kegiatan seleksi olahraga cabang Inkai di daerah ini cukup banyak baik seleksi tingkat sekolah dasar, SMP dan SMA dari tahun ke tahun. Namun hal itu tidak pernah dipersoalkannya dan tetap mengikuti apa yang telah diputuskan. “Awalnya saya tidak mau melanjutkan jadi wasit pembantu lagi dalam komite antar SD ini, dan saya tetap menginginkan seleksi ini terus dilanjutkan. Namun karena orangtua dari anak asuh saya meminta agar saya dan anak–anak pulang iya terpaksa saya ikut, dan kami orang bela diri ini biasa menyelesaikan masalah di atas matras. mengapa H. Kusnadi langsung mencekik leher saya, ini yang membuat saya kecewa dan ini terkesan sudah tidak professional, saya tidak terima atas hal ini,” ujar Simpe Hendri.

Pantauan media ini di TKP, insiden itu berawal ketika pertandingan komite putra berlangsung. Wasit yang memimpin pertandingan Simpe H. Kusnadi dari satuan Inkai Sumbawa Barat. Simpe Hendri Marantika dari Cabang Inkanas Sumbawa Barat keberatan dan meminta kepada wasit untuk meninjau kembali atas keputusan tersebut. Dengan menanyakan langsung kepada peserta yang terkena di bagian leher. Karena keputusan wasit tidak bisa diganggu gugat dan tetap pada keputusanya, Simpe Hendria tidak lagi mau menjadi wasit pembantu dalam pertandingan itu. Sementara itu, Simpe H. Kusnadi yang merupakan wasit yang memimpin pertandingan, meminta kepada Simpe Hendri untuk kembali menjadi wasit, dan kegiatan komite dilanjutkan dengan peserta lainnya. Namun hal itu ditolak membuat H. Kusnadi naik pitam langsung mencekik leher Simpe Hendri, sehingga nyaris terjadi adu jotos. Untung orang tua peserta melerainya dan membawa Hendri pulang ke Seteluk.
Kendati demikian, H. Kusnadi sempat memeluk Hendri untuk meminta maaf atas kesalahannya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Permintaan maaf itu tidak digubris Hendri Marantika yang berlalu meninggalkan lokasi pertandingan. (HEN/SR)

Lihat Juga

UTS Siap Kirim 50 Mahasiswa ke Universitas Teknologi Petronas Malaysia

SUMBAWA BESAR, SR (14/08/2018) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menjalin kerjasama dengan Universitas Teknologi Petronas (UTP) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *