Home / Kesehatan / KSB Kembali Dapat Bantuan 6.850 Septictank
Program Jambanisasi 100 Hari Kerja Firin--Fud yang sukses

KSB Kembali Dapat Bantuan 6.850 Septictank

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PUPR SUMBAWA BARAT MELALUI BIDANG CIPTA KARYA

SUMBAWA BARAT, SR (08/05/2018)

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali mendapatkan bantuan Septictank dari pemerintah pusat. Tahun 2017 lalu KSB menerima bantuan sebanyak 5.000 septictank sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat karena berhasil menuntaskan masalah buang air besar sembarangan. Kini pada Tahun 2018, KSB kembali mendapat bantuan yang sama dengan jumlah lebih besar yakni 6.850 septictank. Peningkatan jumlah bantuan ini karena KSB dinilai telah berhasil menuntaskan program pemasangan septictank 100% pada Tahun 2017 lalu. “Alhamdulillah tahun ini Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kembali mendapat apresiasi dengan diberikannya bantuan Septictank lanjutan untuk masyarakat sebanyak 6.850 unit dari pemerintah pusat karena telah berhasil menuntaskan 100% pemasangan septictank tahun 2017 lalu sebanyak 5.000 unit,” ungkap Kepala Bidang Cipta Karya, Abdul Aziz ST.,M. Eng yang ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Saat ini, kata Azis, sedang dilakukan verifikasi terhadap penerima bantuan. Tahap ini langsung dilakukan tim dari pusat. Demikian dengan konsultannya juga dari pusat. Daerah hanya mengusulkan nama sebanyak 7.200 orang. Apabila dalam verifikasi 7200 orang dinyatakan layak untuk mendapatkan bantuan, tetap tahun ini akan dikerjakan sebanyak 6.850 dan sisanya akan akan diprioritaskan tahun 2019 mendatang. Jika dari hasil verifikasi hanya terdapat nama yang layak di bawah angka 6.850 maka sebanyak itulah yang akan dikerjakan. “Syarat untuk mendapatkan bantuan Septictank yang penting mau, punya lokasi tempat pemasangan septictank, dan belum mempunyai septictank ramah lingkungan. Ini tidak dibatasi kaya atau miskinnya,” beber Azis.

Dalam pelaksanaannya masih menggunakan pola yang dahulu yaitu menggunakan agen-agen di masing-masing Peliuk. Karena tahun lalu sudah terbukti bahwa kerjasama dengan agen semua bisa selesai tepat waktu yang sudah ditentukan. Untuk tahun ini juga ada penambahan biaya pemasangan per unitnya. Sebelumnya Rp 400 ribu tapi sekarang bertambah menjadi Rp 900 ribu per unit. Ini karena ada penambahan beton di atasnya supaya menjadi pemberat dan terlihat lebih rapi.

Lebih jauh dijelaskan Azis, Septictank merupakan tempat penampungan limbah domestic. Tempat penampungan limbah sangatlah penting bagi setiap rumah maupun gedung lainnya. Pada umumnya orang tidak menghiraukan pentingnya septictank. Dengan ketidakpedulian itu mengakibatkan pencemaran lingkungan sekitar. Dan lingkungan yang sudah tercemar menjadi tidak sehat lagi dan terasa kurang nyaman.

Pencemaran lingkungan khususnya debit air itu lantaran oleh septictank yang kurang baik. Biasanya ini septictank konvensional atau beton yang tidak bisa mengolah limbah dengan baik. “WC beton yang sering dibuat masyarakat hanya mengendapkan limbah tinja ke dalam tanah. Dan resapan limbah yang pemicunya septictank beton akan mencemari debit air dalam tanah dan merusak ekosistem yang terdapat di sekitarnya. Limbah tinja yang meresap mengandung bakteri berbahaya seperti bakteri E-coli dan zat berbahaya lainnya. Bakteri E-coli ialah bakteri yang menyebabkan penyakit Diare yang sering terjadi di sekitar kita,” pungkasnya. (HEN/SR)

Lihat Juga

Wagub NTB: NTB CARE Hadir untuk Masyarakat

MATARAM, SR (16/10/2018) Keberadaan NTB Care agar pemerintah hadir di tengah masyarakat. Demikian dikatakan Wakil ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *