Home / HukumKriminal / Waspada !! Beberapa Sumur di Langam Terpapar Mercuri
Kadis Kesehatan, Drs. H. Naziruddin M.Pd

Waspada !! Beberapa Sumur di Langam Terpapar Mercuri

Masih Berada di Bawah Ambang Batas 

SUMBAWA BESAR, SR (16/04/2018)

Hasil ujilab yang dikantongi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa terhadap 10 sumur yang menjadi locus sampel di Desa Langam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, cukup mencengangkan. Pasalnya 10 sampel air itu ternyata mengandung zat mercuri–cairan logam perak yang berbahaya bagi kesehatan. Meski kadarnya sangat kecil dan airnya masih bisa dikonsumsi, namun perlu diwaspadai. Terungkapnya persoalan ini setelah tim kesehatan melakukan investigasi terhadap penyakit gatal-gatal yang menyerang sejumlah warga setempat. Masyarakat menduga penyakit itu disebabkan paparan mercuri dampak dari aktivitas pertambangan emas yang marak di daerah tersebut beberapa tahun silam. Namun dugaan itu terbantahkan setelah hasil ujilab menyebutkan gatal-gatal itu merupakan gejala penyakit Skabies yang disebabkan sanitasi yang buruk, bukan karena terpapar zat mercury.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Nazaruddin M.Pd yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/4), mengakui hal itu. Dari locus sampel (10 sumur warga) di Langam, terpapar mercuri. Dalam pemeriksaan ini, pihaknya menggunakan Laboratorium Balai Pengujian Material Konstruksi, Dinas PUPR Provinsi NTB. Hasilnya menunjukkan kadar merkuri berada di bawah ambang batas yakni sebesar antara 0,0001 mg/l–0,0009 mg/l. Karena kadar yang dibolehkan keberadaannya di air yakni 0,001 mg/l. Meski kadarnya terbilang sangat kecil, Haji Nazaruddin menyatakan bahwa hal itu menjadi warning bagi masyarakat setempat. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati sehingga di masa mendatang konsentransi mercurinya tidak semakin tinggi karena bisa menimbulkan penyakit baru. Tentunya pencemaran ini dapat dikendalikan.

Ditambahkan Kabid Pencegahan Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan Dikes Sumbawa, Agung Riyadi, seharusnya mercuri itu tidak ada di dalam air sumur tersebut. Sebab tanah Sumbawa bukan tanah yang mengandung mercuri. Berbeda dengan beberapa tempat seperti di Afrika dan Banglades yang merupakan daerah mercuri. “Sumbawa bukan tanah yang mengandung mercuri. Ketika ada mercuri yang masuk ke dalam air sumur itu, artinya ada intervensi dari luar (manusia). Kita tidak berani menyebutkan apakah kadar mercuri di dalam sumur karena tambang atau lainnya. Yang jelas dari tidak ada mercuri di sumur itu kini menjadi ada,” bebernya.

Meski demikian, Agung menyatakan air sumur tersebut masih bisa dikonsumsi karena dari sisi kesehatan kadar mercuri di bawah ambang batas, diperbolehkan.  (JEN/SR)

 

Lihat Juga

Dibantai di Sawah, Seorang Petani Tewas Bersimbah Darah

SUMBAWA BESAR, SR (24/04/2018) Patacora (55) ditemukan tewas bersimbah darah di pematang sawah, Orong Tengah, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *