Home / Pemerintahan / Bupati : Peringatan Isra’ Mi’raj Sarana Mewujudkan Sifat Tawadhu’

Bupati : Peringatan Isra’ Mi’raj Sarana Mewujudkan Sifat Tawadhu’

SUMBAWA BESAR, SR (15/04/2018)

Salah satu hikmah peringatan Isra’ Mi’raj yaitu Nabi Muhammad menerima perintah shalat lima waktu. Melalui pengamalan shalat, seorang hamba dapat menerapkan sifat tawadhu’, disiplin, sabar, dan jujur dalam kehidupan kesehariannya. Demikian disampaikan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H, di Mesjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, belum lama ini. Hadir pada acara tersebut, Sekda dan Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Anggota DPRD, para Pimpinan OPD serta para pemuka agama dan pemuka masyarakat.

Menurut Bupati, banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari gerakan dan bacaan shalat, yang kemudian perlu ditransfer dalam kehidupan sehari-hari. “Manakala nilai nilai shalat itu telah mampu kita implementasikan, maka saya yakin perasaan sombong, ujub, takabbur, arogan, congkak dan berbagai sifat negatif lainnya mampu kita hindari, sehingga terbentuklah sifat tawadhu, disiplin, sabar, dan jujur dalam kehidupan. Bahkan dengan prinsip disiplin dan kepatuhan yang diajarkan dalam shalat, dapat menunjang ikhtiar mewujudkan masyarakat yang aman, tenteram, bahagia, dan harmonis,” jelas Bupati.

Disampaikan pula bahwa kualitas shalat perlu ditingkatkan sehingga setiap muslim merasakan shalat sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi, bukan sebatas menunaikan kewajiban. Pada kesempatan itu, Bupati juga menghimbau bahwa sebagai daerah dengan beragam suku, etnis, budaya dan agama, masyarakat Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat meningkatkan hubungan secara horizontal, tetap menjaga kedamaian dalam kehidupan beragama, agar Kabupaten Sumbawa dapat menjadi daerah yang kuat, hebat dan bermartabat.

Sementara itu, Dea Guru H. Ahmad Nahid, M.Pd, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela, dalam taushiyahnya menjelaskan  bahwa Isra’ Mi’raj tidak hanya merupakan bagian dari transformasi spiritual, tetapi juga transformasi sosial. Transformasi spiritual mengajarkan manusia untuk senantiasa taat, tunduk, dan patuh kepada segala ketentuan yang digariskan oleh Allah SWT, dengan suatu keyakinan bahwa perbuatan benar mendatangkan pahala dan perbuatan salah mengakibatkan dosa. Adapun transformasi sosial, mengajak manusia untuk senantiasa melakukan perubahan, melakukan hijrah dari kesalahan menuju kesalehan, dari jalan gelap menuju terang, dan dari keterbelakangan menuju kemajuan.

Pada kesempatan itu, Dea Guru H. Ahmad Nahid, M.Pd juga memaparkan tentang urgensi pendidikan Islam dalam membangun akhlaq mulia generasi muda Islam. Pendidikan akhlaq adalah serangkaian prinsip dasar dan keutamaan sikap serta watak yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak usia dini hingga menjadi mukallaf, yakni siap untuk memengarungi lautan kehidupan. Karenanya pendidikan Islam harus dipahami sebagai suatu keniscayaan, berupa proses transformasi dan internalisasi nilai-nilai ajaran Islam terhadap peserta didik, agar memperoleh keseimbangan hidup dalam semua aspeknya. (SR)

Lihat Juga

Wabup Beri Motivasi Siswa Ikut Ujian Nasional

SUMBAWA BARAT, SR (23/04/2018) Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST berkunjung ke sejumlah SMP ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *